Membuka Ruang Lebih untuk Penyandang Disabilitas

Membuka Ruang Lebih untuk Penyandang Disabilitas

Desain 1 1024x581 - Membuka Ruang Lebih untuk Penyandang Disabilitas

Universitas Widyatama menyelenggarakan Hari Autis sedunia. Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama ini diselenggarakan pada hari Kamis,2 April 2015. Acara yang bertemakan Awereness Autism Day ini mengundang Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diwakili oleh Bapak Drs. Samsudi ( MM Direktur Jenderal Rehabilitasi Kementrian Sosial RI), Gubernur Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Bapak Drs. H. Dady Iskandar MM Kepala Biro pelayanan Sosial Dasar SEKDA, Ibu Atalia Praratya Ridwan Kamil, yang hadir sebagai Ketua TP. PKK Kota Bandung, Perwakilan dari Dinas Sosial yang hadir langsung, Bapak Hikmat Ginanjar, M.Si (Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup)Kota Bandung dan tamu undangan lainnya yang hadir pada undangan.

Diiringi “tatalu” dan tarian tradisional persembahan dari anak-anak penyandang disabilitas, acara berjalan begitu meriah. Bapak Samsudi mengekspresikan rasa bahagianya dengan menabuh sebuah drum saat acara pembukaan berlangsung.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan beberapa persembahan dari siswa/i Art Theraphy Center Widyatama, dimana di acara itu mereka unjuk kreativitasnya. Sontak audience pada acara tersebut, diurung rasa bangga dibalut haru dengan melihat kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa/i Disabilitas.

Acara yang di prakarsai oleh Art Theraphy Center, dimana Unit Kegiatan tersebut diantaranya merupakan salah satu Program CSR Yayasan Widyatama, yaitu wadah konkrit sumbangsih keahlian serta peran dalam penanganan para penyandang disabilitas. Art Therapy Center hadir untuk anak penyandang Disabilitas guna menbimbing dan mengembangkan kemampuan anak berkebutuhan khusus meliputi behaviounstic and life skill berbasis art and design.

Desain 2 300x288 - Membuka Ruang Lebih untuk Penyandang Disabilitas

Bertepatan dengan Hari Autis Se-dunia, dengan mengangkat tema Autism is not A Joke” seorang penyandang disabilitas tidak untuk dipandang sebelah mata. Peranan dan support pemerintah, dewasa ini memberi triger yang positif dalam menangani anak-anak disabilitas. Kreativitas yang tumbuh dalam jiwa seorang penyandang disabilitas merupakan aset bangsa, yang biasa masyarakat abaikan.

“Hal ini merupakan sebuah motivasi bagi pemerintah khususnya, banyak ruang untuk mereka bisa hidup berdampingan dengan kita. Dengan adanya Art Theraphy Center Widyatama bekerjasama dengan Radio Nasional, banyak anak terjaring untuk dirangkul dalam pemberian pendidikan”, ujar Samsudi dalam sambutannya.

Setelah sambutan , acara selanjutnya Talkshow dengan narasumber Bapak Idang Rasjidi, Sdr. Shaku Hachi Rasjidi, dr. Aisah Dahlan, Sdr. Antonius Tyaswidyono Murti, selaku Narasumber acara Talkshow. “Yaitu treatment khusus, serta berkesinambungan yakni lembaga pelatihan kerja serta desain grafis”, ujar Ibu Dr. Anne Nurfarina, S.Sn., M.Sn. selaku Ketua Art Theraphy Center Widyatama.
Anne menjelaskan perlu treatment khusus untuk anak penyandang disabilitas fisik dan mental. Kategori yang masuk di sini, kata dia, mereka yang low function atau mental retarded dengan usia enam tahun. Untuk terapi sendiri, lanjutnya, meliputi terapi berbasis sensori audio visual, motorik, dan bahasa sesuai dengan kasus masing-masing anak. Kegiatan treatment khusus ini bertujuan untuk membangun kemampuan behavior dan life skill anak-anak penyandang disabilitas, tambahnya.
Dalam sistem ini akan diberlakukan terapi berbasis pada pengembangan behavior serta life skill melalui sistem pembelajaran. Sistem tersebut meliputi audio, visual, motorik, dan bahasa. *mktg

Dosen Universitas Widyatama meraih Best Paper Award
Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan terpilih sebagai GAPS Ambassador