Rektor Universitas Widyatama Kukuhkan Prof. Zulganef dan Prof. Maman Sebagai Guru Besar

SABACIREBON – Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum. selaku Ketua Senat Akademik Universitas Widyatama, Kamis 1 Februari 2024 mengukuhkan dan melantik Prof. Dr. Zulganef, Drs., MM dan Prof. Dr. Maman Suratman, Drs., MSi selaku Guru Besar Universitas Widyatama. Kedua Guru Besar yang dikukuhkan dan dilantik dalam sidang terbuka Senat Universitras Widyatama itu merupakan dosen tetap pada Yayasan Widyatama yang sehari-harinya mengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) baik program S-1 Menajemen maupun Pascasarjana Universitas Widyatama di Bandung. Prof. Zulganef dan Prof. Maman menjadi dosen tetap Universitas Widyatama pertama yang memperoleh jabatan fungsional tertinggi bagi Dosen yang masih aktif mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Universitas Widyatama berdiri sejak 2 Agustus 2001 dan merupakan penggabungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB), Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Bandung (STIBB), Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Widyatama (STTW), Sekolah Tinggi Disain Komunikasi Visual (STDKV).

Upaya penggabungan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar memiliki daya saing yang langkah selanjutnya dilakukan Universitas Widyatama adalah upaya serius dan konsisten mewujudkan suatu sistem pelayanan pendidikan dengan standard ISO-9001: 2000. Dalam kesempatan pengukuhannya sebagai guru besar pertama pada Universitas Widyatama yang kini menyandang status akreditasi Unggul, Prof. Zulganef menyampaikan orasi ilmiah sekitar ilmu menajemen secara teori dan pelaksanaanya pada berbagai organisaasi usaha. Sementara itu Prof. Maman Suratman menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul “Menggagas Bangun Sumber Daya Manusia Koperasi dan Usaha Mikro Kecil”.

Rektor UTama saat mengukuhkan Prof. Dr. Zulganef, M.M., dan Prof. Maman Suratman, M.Si.
Rektor UTama saat mengukuhkan Prof. Dr. Zulganef, M.M., dan Prof. Dr. Maman Suratman, M.Si.

Bagi Universitas Widyatanma pengukuhan kedua guru besarnya itu sekaligus menjadi sebuah tonggak sejarah karena perguruan tinggi swasta yang digagas dan didirikan oleh Prof. Dr. Koesbandiah Abdoelkadir (alm) itu kini memiliki guru besar sendiri sebagai bukti sebuah prestasi dari keberhasilan Yayasan Widyatama sebagai Badan Penyelenggara yang menaungi Universitas Widyatama. Di dalam era persaingan ketat penyelenggaraan perguruan tinggi di Indonesia, maka hanya perguruan tinggi yang mampu mengembangkan dan mempertahankan mutu atau kualitasnyalah yang akan mampu muncul sebagai perguruan tinggi yang diburu oleh para calon mahasiswa. Universitas Widyatama saat ini menyandang status sebagai Universitas berpredikat “Unggul” atau berpredikat paling tinggi berdasarkan hasil akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tingi (BAN – PT) karena dinilai telah memunuhi syarat-syarat sebagai sebuah perguruan tinggi paling berkualitas atau paling bermutu.

Tujuan dan manfaat akreditasi bagi perguruan tinggi adalah: Memberikan jaminan bahwa perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi kriteria. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi. Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan. Pengukuhan Prof. Zulganef dan Prof. Maman Suratman dihadiri sejumlah undangan dari berbagai kalangan, khususnya para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi termasuk 8 rektor dari universitas binaan Widyatama. Hadir pula Ketua Pengurus Yayasan Widyatama Roeshartono serta jajaran Rektorat Universitas Widyatama, para Dekan dan Dosen Widyatama serta keluarga dan kerabat kedua Guru Besar.***

(Sumber : https://cirebon.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-047665385/rektor-universitas-widyatama-kukuhkan-prof-zulganef-dan-prof-maman-sebagai-guru-besar)