Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Nagrak: Strategi Inovatif Tingkatkan Potensi Desa dan Motivasi Warga Menuju Kemandirian

Desa Nagrak, Sumedang, Kamis, 13 Juni 2024 – Dalam rangka mendorong kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Universitas Widyatama dibawah arahan LLDIKTI 4 mengadakan acara pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Strategi Inovatif dalam Meningkatkan Potensi Desa dan Motivasi Warga”. Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli, Prof. Dr. H. Maman Suratman, M.Si. yang merupakan Guru Besar Universitas Widyatama, dan Hari Supriyadi, ST., M.Kom. Dosen Teknik Universitas Widyatama, yang diselenggarakan di Kantor Desa Nagrak dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga desa dan para mahasiswa dari Universitas Widyatama.

Kepala Desa Nagrak, Erin Kunfana, membuka acara dengan sambutan penuh semangat. Beliau menekankan pentingnya kerja sama antara semua pihak untuk mencapai tujuan desa mandiri. “Kami berharap acara ini dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan baru bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi yang ada di desa kita,” kata Erin.

Strategi Inovatif dari Pakar Pengembangan Desa

Prof. Dr. H. Maman Suratman, M.Si., dalam pemaparannya, menyoroti pentingnya inovasi dalam setiap aspek pengembangan desa.

“Desa memiliki beragam potensi yang seringkali belum tergali secara optimal. Inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi canggih, tetapi lebih kepada pemanfaatan kreatif dan efektif sumber daya lokal,” ujarnya.

Beliau memberikan berbagai contoh sukses pemanfaatan lahan tidur, pengembangan produk lokal dengan nilai tambah, serta penggunaan media digital untuk pemasaran produk desa.

Prof. Maman juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi warga desa.

“Pengembangan kapasitas sumber daya manusia di desa sangat penting agar mereka mampu berinovasi dan bersaing. Program pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasional adalah kunci dalam meningkatkan kualitas SDM desa,” tambahnya.

Motivasi Warga sebagai Pilar Utama

Hari Supriyadi, S.T., M.Kom., dalam sesi berikutnya, membahas mengenai motivasi dan sinergi secara bersama-sama antar warga sebagai elemen utama dalam keberhasilan program-program pengembangan desa.

“Motivasi adalah energi utama dalam setiap usaha pembangunan. Tanpa motivasi yang kuat dari warga, program-program yang kita rancang tidak akan berjalan maksimal,” tegas Hari.

Beliau menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam setiap tahap pembangunan desa.

“Partisipasi aktif warga menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kemajuan desa. Pendekatan partisipatif ini juga membuka peluang munculnya ide-ide inovatif dari warga yang mungkin tidak terpikirkan oleh perencana,” ujarnya.

Hari juga mengajak warga untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan serta dapat memanfaatkan keunggulan Desa Nagrak.

“Di era yang penuh dengan perubahan ini, warga desa harus siap untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengambil inisiatif dan terus kompak untuk perubahan yang lebih baik,” katanya sambil memberikan contoh-contoh nyata dari desa-desa lain yang telah berhasil menerapkan strategi inovatif.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana warga desa dengan antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan kedua narasumber. Banyak ide dan saran yang muncul dari diskusi ini, memberikan harapan baru bagi pengembangan Desa Nagrak ke depan.

Acara ditutup dengan pengenalan dan lauching produk asli Desa Nagrak berupa minyak  Virgin Coconut Oil (VCO)  hasil kolaborasi dari Mahasiswa Universitas Widyatama, Mahasiswa Universitas Pertiwi, Bekasi dan Jejen jaenudin seorang wirausaha yang berkecimpung dalam pengolahan kelapa sawit.

LOENYOE (Virgin Coconut Oil) Produk Kolaborasi Mahasiswa UTama, Mahasiswa Universitas Pertiwi dan Warga Desa Nagrak
LOENYOE (Virgin Coconut Oil) Produk Kolaborasi Mahasiswa UTama, Mahasiswa Universitas Pertiwi dan Warga Desa Nagrak

Nella Ananda Kirani (Manajemen S1 UTama), mewakili rekan-rekannya mengatakan Selama 4 bulan ini kami menginjakkan kaki di desa nagrak semangat dan tekad yang bulat untuk memulai pengabdian kami dengan visi membangun desa yang lebih maju dan sejahtera berbekal 5 KPI utama yaitu :
1. Zero New Stunting
2. OVOP (One Village One Product) dan OVOI (One Village One Innovation)
3. PUSKESOS
4. Kemiskinan Ekstrem
5. Literasi keuangan

“Selama 4 bulan di desa nagrak ini telah menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami, kami telah belajar mengenai budaya dan tradisi desa nagrak dan kami telah menjalin hubungan erat dengan masyarakat, kami bersyukur atas kesempatan yang di berikan atas pengabdi di desa nagrak ini dan berharap program-program yang telah kami jalani dapat memberikan manfaat bagi warga di desa nagrak ini” tambah Nella

Dengan semangat yang baru dan strategi yang inovatif, Desa Nagrak diharapkan dapat menjadi contoh sukses desa yang berhasil dalam mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan warganya.