Olimpiade Seni dan Desain Penyandang Disabilitas

Olimpiade Seni dan Desain Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas adalah bagian dari manusia Indonesia yang setara dengan warga Indonesia lainnya. Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menghadiri acara Olimpiade Seni dan Desain bagi Penyandang Disabilitas 2016 di Universitas Widyatama Bandung. Acara yang dibuka pada 8 Mei 2016 ini merupakan suatu langkah maju dalam memberi ruang bagi penyandang disabilitas yang didukung pemerintah. Beberapa atraksi seperti tabuhan perkusi dari komunitas Tatalu Musik Sentra serta ada pula tari-tarian mengiringi kedatangan keduanya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sangat mengapresiasi acara yang baru pertama kali diadakan di Indonesia tersebut, namun ia mengingatkan karena  semua pihak agar membantu menjembatani penyandang disabiltas dalam bidang usaha ataupun karya-karya mereka agar dapat terpublikasi dengan baik. “Ini olimpiade pertama art desain bagi penyandang disabilitas, ternyata produknya sangat spektakuler hanya sekarang kita harus memaksimalkan konektifitas dengan dunia industri, termasuk dengan badan ekonomi kreatif dan badan pariwistawa, karena produk-produk mereka ini membutuhkan konektifitas yang optimal,”ujarnya di universitas Widyatama, Bandung, Minggu (8/5/2016).

Hal yang sama diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, ia mengatakan penyandang disabilitas perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari semua elemen masyarakat. “Kita harapkan ada kesadaran yang tumbuh dari masyarakat, baik dari kalangan swasta, akademisi, pengusaha dan lainnya, termasuk pemerintah daerah, karena pemerintah daerah pun belum seluruhnya memfasilitasi para penyadang disabilitas. Karena penyandang disabilitas pun memiliki hak yang sama, baik itu dari sisi budaya, sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya,”ungkapnya. Beliau menambahkan, ini menjadi hal yang menarik, bagaimana perguruan tinggi swasta yang mengkhususkan Art Therapy Center. Jadi pendidikan khusus buat penyandang disabilitas. Yang lain (perguruan tinggi negeri) belum ada “malah” dan ini menjadi contoh yang perlu ditiru! Art Therapi Center  diharapkan kiprahnya dapat terus berkembang lebih luas. Tak hanya di Jabar, diharapkan dapat berkiprah sampai ke tingkat nasional, lanjutnya.

Dalam wacana baru pemikiran tentang demokrasi, salah satu poin penting adalah bahwa demokrasi harus memberi tempat pada keberadaan kelompok marginal di masyarakat agar bisa mengartikulasikan eksistensi mereka. Termasuk dalam kelompok yang disebut marginal antara lain penyandang disabilitas. Kelompok penyandang disabilitas telah lama menjadi kelompok terpinggirkan karena kondisi mereka kemudian memunculkan persepsi yang cenderung negatif bahwa mereka adalah mahkluk tidak sempurna.

Ada sembilan mata lomba yang dikompetisikan dalam olimpiade ini, yakni lomba desain poster, komik strip, fotografi, seni lukis, dan kriya. Sementara dalam bidang musik, ada lomba cipta lagu, solo vocal, dan grup band. Tak ketinggalan ada pula lomba untuk kategori tari kreasi. Acara ini terselenggara atas kerjasama Art Theraphy Center (ATC) universitas Widyatama, Radio Republik Indonesia, dan Dinas Sosial Jawa Barat.

Festival Lomba Seni Siswa Nasional mengantarkan Banyak Seniman Muda Daerah
Tips memilih Program Studi yang Sesuai dengan Bakat Pribadi