Widyatama Bangun Living Lab Berbasis AI untuk Dukung Pertanian dan Peternakan

Sumedang, 8 Juli 2025 — Universitas Widyatama terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan riil masyarakat melalui inovasi berbasis riset. Bertempat di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Widyatama membangun sebuah Living Lab berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi sektor pertanian dan peternakan.

Living Lab ini bukan sekadar proyek akademik, melainkan model integrasi antara penelitian, pemberdayaan masyarakat desa, dan hilirisasi inovasi yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat. Salah satu hasil konkret dari pengembangan ini adalah alat pendeteksi kualitas air kolam lele berbasis AI yang mampu mengatur pH air secara otomatis.

“Alat ini lahir dari kebutuhan nyata para peternak lele yang kerap mengalami kesulitan menjaga stabilitas air di tengah perubahan cuaca dan keterbatasan alat ukur. Dengan dukungan AI, seluruh proses dapat dikendalikan secara otomatis, lebih akurat, dan dapat direplikasi secara luas,” ungkap Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., saat meninjau langsung lokasi kegiatan, Selasa (8/7/2025).

Lebih lanjut, Prof. Dadang menjelaskan bahwa pengembangan alat ini merupakan bagian dari strategi universitas untuk membumikan hasil riset dan inovasi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inisiatif ini juga dilengkapi dengan pembangunan ekosistem berbasis ekonomi sirkular dan penguatan UMKM lokal.

“Kami tidak berhenti pada pengembangan alat. Kami membangun ekosistem: produksi teknologi oleh masyarakat, distribusi melalui UMKM lokal, dan konsumsi oleh masyarakat sekitar. Ini adalah upaya kami menjadikan riset sebagai bagian dari solusi ekonomi rakyat,” ujarnya.

Melalui Living Lab ini, Universitas Widyatama berharap dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan AI untuk mendukung sektor-sektor strategis, serta memperkuat sinergi antara kampus, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.