Sosok Dr. Elisabeth Koes Soedijati, Dra., M.Si. Dosen Senior Universitas Widyatama yang Berprestasi

Dr. Elisabeth Koes Soedijati, Dra., M.Si. atau yang biasa disapa bu Lies merupakan seorang wanita yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan, hampir seluruh hidupnya ia abdikan untuk dunia pendidikan.

Dr. Elisabeth Koes Soedijati, Dra., M.Si. atau yang biasa disapa bu Lies merupakan seorang wanita yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan, hampir seluruh hidupnya ia abdikan untuk dunia pendidikan. Awal berkarir di dunia pendidikan dimulai dari tahun 1987 dengan menjadi Dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB) yang sekarang ini berubah menjadi Universitas Widyatama. Ketika di STIEB ia sempat menjabat sebagai Pembantu Ketua II untuk periode 1988-1990 dan periode 1995-2001 dan sebagai Pembantu Rektor Bidang Operasional di Universitas Widyatama pada periode 2001-2007.

Disela kesbukannya kala menjabat sebagai Pembantu Rektor, ia tetap menyempatkan waktu untuk tetap mengajar mahasiswa fakultas Bisnis Manajemen, bahkan hingga saat ini ia mengajar untuk program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Widyatama.Prestasi yang pernah diraih diantaranya pada South East Asian Association for Institutional Research (SEAAIR) Conference di Bangkok, bersama Dr. Hj. Dyah Kusumastuti, Ir., M.Si, Dekan Fakultas Bisnis & Manajemen, termasuk sebagai satu dari tiga finalis The Best Paper Award dengan judul makalah “Implementation of Competency Based Human Resources Management (CBHRM) in Higher Education Organization”.

Bu Lies merupakan sosok yang sangat ramah dan perhatian terhadap sesama hingga hal terkecil. Terbukti ketika ia menyempatkan waktu untuk diwawancarai oleh tim Humas untuk berbagi cerita seputar pengalamannya selama ini di dunia pendidikan di ruang kerja ia yang nyaman dan tertata rapi di Gedung Rektorat lantai 1. Saat menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Operasional di Universitas Widyatama, ia sempat membagi pengalamannya.

Ketika menjamu tamu UNESCO berkunjung ke Universitas Widyatama, ia bahkan men-trainee para staff hingga Perawat Ruangan untuk hanya sekadar menyapa atau bahkan menawarkan bantuan kepada para tamu dari UNESCO dengan menggunakan bahasa internasional, Bahasa Inggris. “Ini sebuah service dari kita (Universitas Widyatama-red) kepada tamu kita dari UNESCO. Kita harus memberikan yang terbaik sebagai kampus yang terpilih”, ujar Bu Lies.Ketika ditanya mengenai pengalamannya mengikuti seminar LEMHANAS, ia tidak menyangka akan terpilih menjadi salah satu peserta terbaik dari seluruh peserta yang mewakili propinsinya masing-masing di Indonesia.

Dari seluruh peserta yang ada, peserta wanita hanya terdiri dari tiga orang, dimana ia termasuk salah satunya. Tentu saja kondisi ini membuat ia menjadi peserta yang lebih menonjol diantara yang lainnya, terlebih dikarenakan ia sosok yang menyenangkan dan mudah berbaur terhadap peserta yang lainnya.Tidak banyak yang tahu, jika Bu Lies mampu bermain piano sembari menyanyi. Ia mulai belajar memainkan alat musik piano, saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Prosesnya pun sungguh menarik, saat itu sekolah tempat ia belajar akan melakukan pentas seni bermain piano. Hanya dua siswa terbaik yang akan mendapatkan kesempatan pelajaran kilat memainkan piano dari dosen yang belajar memainkan piano di Belanda, yang saat itu menyempatkan belajar di sekolah dasar tempat Bu Lies bersekolah. “Saya tidak menyangka, saya yang terpilih satunya” ujar Bu Lies seraya tersenyum.

Mulai saat itulah, ia semakin mengasah kemampuannya untuk memainkan alat musik piano, bahkan dalam acara keakraban yang digelar di Universitas Widyatama, ia sering didaulat untuk menyumbangkan lantunan suaranya sembari memainkan alat musik piano. Ia memberikan tips untuk Mahasiswa/i Universitas Widyatama agar sukses dan dapat bersaing di dunia kerja, ia menghimbau “Mahasiswa harus bersyukur kepada Tuhan dan selalu berfikir positif, rajin belajar dan mempunyai rasa empati serta tekun menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing, serta saya berharap agar mahasiswa/i Universitas Widyatama khususnya, memanfaatkan, memelihara serta merawat seluruh fasilitas yang disediakan oleh Yayasan Widyatama.”red***

Bisakah Kerja Ikhlas Menyebabkan Rejeki Melimpah?
Teknik Informatika Akan Re-Akreditasi