Rapim Universitas Widyatama 2022 Bahas Srategi Pertahankan Akreditasi Unggul

Rapim Universitas Widyatama 2022 Bahas Srategi Pertahankan Akreditasi Unggul

SABAKOTA.ID – Status akreditasi Unggul yang kini disandang oleh Universitas Widyatama, membawa dampak dan resiko yang tidak kecil bagi kredibilitas sebuah perguruan tinggi swasta.

Selain harus membuktikann keunggulan dalam keberhasilan proses pendidikan yang menjadi tupoksi utamanya, status akreditasi Unggul ini juga membawa dampak terhadap penempatan posisi Widyatama di mata publik sebagai perguruan tinggi yang berkelas dan dapat dijadikan acuan dalam proses manajemen maupun belajar mengajar.

Bahkan menurut Ketua Pengurus Yayasan Widyatama, Roeshartono dampak yang sudah nyata dari akreditasi Unggul ini, sekarang sudah masuk permintaan dari sejumlah sekolah di Kota Bandung yang menginginkan Universitas Widytatama menjadi pembinanya.

Dalam sambutan pembukaan Rapim Universitas Widyatama di Hotel Horison, Pangandaran, Jabar Selasa pagi yang dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Dadang Suganda, Ketua Yayasan mengingatkan kembali maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini salah satunya ialah memperoleh dan membahas masukan-masukan dari seluruh unsur pimpinan universitas untuk dapat mempertahankan status akreditas Unggul dimaksud.

Oleh karenanya Yayasan Widyatama tetap mendukung sepenuhnya setiap langkah dan program rektorat yang bertujuan meningkatkan keberhasilan yang sudah dicapai, disesuaikan dengan status akreditasi Unggul. Salah satu upaya membuat langkah dan strategi dimaksud akan dibahas dalam Rapim ini.

Ketua Pengurus Yayasan Widyatama mengatakan, peserta Rapim memiliki waktu yang cukup untuk dapat membahas berbagai ide atau gagasan peningkatan kualitas Universitas Widyatama melalui Rapim ini. “ Focus, fresh dan freedom adalah tujuan dalam kegiatan ini. Silakan tuangkan berbagai pemikiran bapak dan ibu agar rapat dapat menghasilkan putusan yang lebih berkualitas sesuai dengan maksud dan tujuannya.”

Roeshartono yang juga cucu pendiri Yayasan Widyatama, almarhumah Prof. Dr. Koesbandiah juga mengatakan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mulai Jumat minggu ini akan dilaksanakan training character building untuk seluruh unsur pimpinan.

“kegiatan Character building ini pesertanya para pejabat, sifatnya refreshment. Mengingatkan kembali akan nilai2 yang mungkin selama ini kita lupa karena pekerjaan dan aktifitas sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Pembina Yayasan Widyatama Ny. Sri Juniati pada sambutannya berharap rapat dapat menghasilkan putusan-putusan yang sesuai dengan tujuan. “Keluar dari sini (ruang rapat) nantinya harus ada acuan program yang kita inginkan. Siakan diskusikan, keluarkan semua ide-ide yang ada. Kegiatan ini juga sebagai refreshing terhadap nilai-nilai yang terlupakan dan diharapkan semua harus mengikuti,” tambahnya.

Sedangkan Rektor Universitas Widyatama Prof. Dr. Dadang Suganda pada sambutan sebelum memulai Rapim mengatakan: ”Dalam hal pengelolaan perguruan tinggi, menempatkan Universitas Widyatama sebagai perguruan tinggi berkelas, Unggul, dan dapat membina PTS lain berkaitan dengan kemajuan yang dicapainya.”

Rapim Universitas Widyatama kali ini diikuti sekitar 82 peserta terdiri dari Rektor dan para Wakil Rektor, seluruh Dekan Fakultas dan jajarannya serta kepala-kepala bagian serta unit kerja yang ada di bawah struktural rektorat berlangsung sejak Minggu (31/10) hingga Rabu (02/11). ***

Universitas Widyatama Siapkan Program Kolaborasi MBKM Luar Kampus dengan Kegiatan PKM
Universitas Widyatama Gelar Konferensi Internasional Secara Hybrid Pertama Pasca Pandemi Covid-19