2096617094 840x320 - PEDAS Kolaborasi PT KAI dan Universitas Widyatama Sabet Peringkat Platinum pada Ajang TKMPN 2022 di Lombok NTB

PEDAS Kolaborasi PT KAI dan Universitas Widyatama Sabet Peringkat Platinum pada Ajang TKMPN 2022 di Lombok NTB

JURNAL SOREANG– Tim Peneliti Prodi Teknik SIpil, Fakultas Teknik Universitas Widyatama dan tim Inovasi PT KAI (persero) mengikuti Kompetisi Nasional bertajuk Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI Tahun 2022 yang diadakan tanggal 21-25 November 2022 di Lombok Raya Hotel, Nusa Tenggara Barat.

Penyelenggaraan TKMPN XXVI di Lombok tahun ini diikuti lebih dari 1.500 peserta kompeten kelas nasional di bidang manajemen mutu dan produktivitas kerja.

Mereka merupakan perwakilan dari 129 perusahaan besar di Indonesia. Acara diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktifitas Indonesia (AMMPI), didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian, Pemptiv NTB, serta organisasi-organisasi profesional lainnya.

PT KAI (Persero) dengan produk inovasinya yaitu alat PEDAS atau Penduga Dasar Sungai level 1 yang merupakan hasil kolaborasi dengan para akademisi pada Program Studi Teknik SIpil dan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas WIdyatama berhasil menyabet peringkat Platinum pada ajang tersebut.

Alhamdulillah, setelah melakukan penelitian mulai dari perencanaan, perancangan sampai dengan perangkaian juga uji coba alat yang memakan waktu hampir 6 bulan alat PEDAS level 1 ini bisa tembus di tingkat regional dan sekarang menyabet Platinum di ajang TKMPN XXVI ini.

“Terima kasih saya ucapkan kepada PT KAI yang selalu mensupport untuk berkarya dan berinovasi, juga kepada tim dari Universitas Widyatama yang telah bersedia membantu kami mewujudkan ide sederhana menjadi produk yang sangat berguna” kata bapak Dicky Arisikam, S.T., M.T., QRMP, IPM manager Track & Bridge Maintenance Engineering yang juga sebagai konseptor alat PEDAS.

Menurut Dicky Arisikam, alat PEDAS level 1 ini selain mudah dibawa dan digunakan juga bisa bertahan sampai dengan 6 jam.

Selain itu, keunggulan lainnya adalah mampu membaca titik ketinggian dengan satuan MDPL, data hasil pengukuran tersimpan di SD CARD dan mampu membaca kedalaman air sampai dengan 7 meter. “Tentu saja alat ini mempunyai harga yang sangat terjangkau,” katanya.

Dia menambahkan, Universitas Widyatama khususnya Program Studi Teknik Sipil siap mendukung dan mengimplementasikan ide-ide dari dunia praktisi khususnya PT KAI (Persero).

“Dengan adanya kolaborasi ini diharapkan menjadi pendorong bagi para praktisi, akademisi dan mahasiswa untuk tidak ragu berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang Teknik Sipil dan perkeretaapiaan.” kata Raden Herdian Bayu Ash Shiddiq, S.T., M.T selaku koordinator tim peneliti.

Rencana tahap berikutnya untuk pengembangan alat PEDAS level 2 lebih ditekankan pada fitur dan kepraktisan alat.

Dengan menggunakan memory yang lebih besar, sehingga diharapkan mampu membaca kedalaman air lebih dari 7 meter, menambahkan fitur Bluetooth sehingga mampu terkoneksi dengan smartphone dan data tersimpan pada aplikasi yang ada pada smartphone, juga dapat ditampilkan dalam bentuk grafik.

Program kolaborasi ini sangat baik, kami sangat senang bisa membantu dunia industri dalam mewujudkan inovasi yang membawa manfaat untuk semua terutama PT KAI (Persero).

“Saya ucapkan selamat kepada tim PT KAI dan tim Prodi Teknik Sipil atas pencapaian yang luar biasa ini.” Kata Dekan Fakultas Teknik Universitas Widyatama, Didit Damur Rahman.***

Sumber : jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com

Universitas Widyatama (UTama) Bandung : Selenggarakan lokakarya, “Penyusunan Pedoman dan Standar Merdeka Belajar Kampus Merdeka”
From Designers to Future Designpreneur, Talkshow persembahan Fakultas Desain Komunikasi Visual UTama bekerja sama dengan Kemenko PMK