Dili, Timor Leste – 7–9 Mei 2025
Universitas Widyatama (UTama) terus memperluas kiprah internasionalnya melalui jalinan kerja sama strategis di Timor Leste. Kunjungan resmi yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Inovasi, dan Kerja Sama, Dr. Didit Damur Rochman, ini bertujuan mempererat sinergi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus membuka peluang penerimaan mahasiswa internasional asal Timor Leste.
Kunjungan ini diawali dengan pertemuan di Pusat Budaya Indonesia (PBI), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, yang disambut langsung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Prof. Dr. Phil. Ikhfan Haris, M.Sc.. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UTama dan KBRI Dili sebagai langkah awal kolaborasi jangka panjang.
Prof. Ikhfan menyambut baik inisiatif UTama dan menyampaikan berbagai bidang potensial untuk dikerjasamakan, mulai dari penerimaan mahasiswa asal Timor Leste, program pemagangan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan upaya peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta penguatan daya saing pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini terjadi pada 9 Mei 2025, saat UTama resmi menandatangani MoU kerja sama dengan lima perguruan tinggi di Timor Leste, yakni:
- Instituto Superior Crista
- Instituto Ciencia da Saude
- Universidade Oriental Timor Lorosa’e
- Instituto Superior Dombosco
- Universidade De Dili
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Didit menyampaikan bahwa Universitas Widyatama membuka pintu selebar-lebarnya untuk kerja sama dalam bidang riset bersama (joint research), pengabdian masyarakat, hingga program studi lanjut. Ia juga mengundang seluruh mitra yang hadir untuk berpartisipasi dalam International Conference yang akan diselenggarakan oleh UTama pada pertengahan tahun 2026.
Salah satu sorotan penting dalam pertemuan ini adalah pengenalan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang dimiliki UTama. Prof. Ikhfan menyebut bahwa program ini sangat relevan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pustakawan di Timor Leste, khususnya bagi perpustakaan daerah dan kampus-kampus mitra. Hal ini mendapat sambutan positif dari seluruh perwakilan perguruan tinggi yang hadir, yang kemudian menyatakan minat untuk bekerja sama dalam program pelatihan dan pemberian beasiswa bagi pustakawan berprestasi.
Pertemuan yang berlangsung secara intensif namun bersahabat ini ditutup dengan foto bersama dan pemberian kain khas Timor kepada delegasi UTama sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan.
“Dengan menerima kain khas Timor ini, UTama kini telah menjadi bagian dari keluarga besar Timor Leste,” ujar salah satu perwakilan perguruan tinggi mitra dengan penuh kehangatan.
Langkah UTama ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kerja sama internasional yang inklusif dan berdampak nyata, baik bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia maupun pembangunan sumber daya manusia di kawasan regional.







