Universitas Widyatama dan FYP Media Jabar Sukses Gelar Pop-Up Market 2025 di Bandung

Bandung, 11 Januari 2025 – Universitas Widyatama bekerja sama dengan FYP Media Jawa Barat sukses menggelar acara Pop-Up Market 2025 pada 11-12 Januari di Braga Citywalk, Bandung. Acara ini menjadi ajang inspiratif bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, mendukung UMKM lokal, serta mempererat hubungan antar komunitas.

Acara dibuka dengan khidmat melalui lagu Indonesia Raya dan Hymne Universitas Widyatama, diikuti penampilan UKM Paduan Suara Mahasiswa UTama. Sambutan pembuka disampaikan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Muchammad Fauzi, S.T., M.Log., CSCA., yang memberikan semangat kepada peserta dan pengunjung.

Dalam kegiatan ini, tenant bazar menampilkan berbagai produk kreatif yang dinilai oleh juri profesional Christian Ivan Halim (CMO Savenpreneur) dan Refaldy Fauzi (Founder Sneaklin). Pemenang tenant terbaik terbagi dalam dua kategori, yaitu usaha tahap awal yang diraih oleh Hijab by Deel dan usaha tahap bertumbuh yang dimenangkan oleh Yakitori.

Selain bazar, acara ini juga menghadirkan seminar inspiratif bertajuk “Entrepreneurship: Know-How the Urgency to Become” dengan narasumber Irvandias Sanjaya, seorang coach dan career consultant. Dalam seminar ini, ia menyoroti pentingnya inovasi, mindset yang berkembang, serta solusi kreatif untuk menghadapi tantangan kewirausahaan sehari-hari.

Talkshow yang digelar dalam rangkaian acara menghadirkan tiga narasumber, yakni:

  • Deni Yudiawan (Pengelola Bisnis dan Kemitraan Bandung Bergerak),
  • Reykha Mega Pratiwi (Co-Founder Diaspora Mengajar), dan
  • Regina Rahmah Dina (National District Manager FYP Media).

Ketiganya berbagi pengalaman mengenai inovasi, kolaborasi, dan relasi untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas.

Dalam pernyataan penutup talkshow, Deni Yudiawan menekankan pentingnya keberanian dalam mencoba hal baru dan tidak takut gagal. Reykha Mega Pratiwi menambahkan bahwa individu harus berani bermimpi besar untuk masa depan yang gemilang di tahun 2045. Sementara itu, Regina Rahmah Dina menegaskan pentingnya kolaborasi internal dan eksternal untuk menciptakan hubungan yang mendukung pertumbuhan bisnis dan komunitas.

Acara ini membuktikan sinergi yang kuat antara akademisi, komunitas, dan dunia usaha. Irvandias Sanjaya menyatakan, “Ini adalah konsep luar biasa yang menggabungkan akademik, bisnis, dan komunitas media.”

Kedepannya, acara serupa diharapkan dapat terus mendorong kreativitas generasi muda dan mendukung perkembangan UMKM lokal.