Guest Lecture Dr. Mihaela Bishop di Widyatama Bedah Krisis Tekstil ASEAN

guest lecture Dr. Mihaela Bishop

BANDUNG, WIDYATAMA – Universitas Widyatama menjadi tuan rumah bagi sebuah diskusi akademis krusial melalui penyelenggaraan Guest Lecture bertajuk “Sustainability Challenges in Southeast Asia’s Textile Industry“. Acara yang menghadirkan Dr. Mihaela Bishop, dosen senior bidang pemasaran dan manajemen dari University of Exeter, UK, ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 6 Gedung B Universitas Widyatama pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 100 dosen tetap Universitas Widyatama sebagai peserta, dengan Oliver Hasan Padmanegara, S.E., M.Sc., yang bertindak sebagai moderator, bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan keberlanjutan yang kompleks dalam industri tekstil di kawasan Asia Tenggara.

Tantangan Industri Tekstil Indonesia Disorot

Dalam sambutannya, Dr. Didit Damur Rochman, S.T., M.T., IPU., ASEAN ENG, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, dan Kerjasama Universitas Widyatama, memberikan konteks historis dan tantangan terkini industri tekstil. Beliau mengingatkan bahwa Inggris adalah tempat kelahiran revolusi industri pertama yang berpusat pada produksi tekstil bertenaga uap. “Menyusul abad ke-19, manufaktur tekstil mulai bergeser ke Asia, termasuk negara-negara seperti India, Jepang, dan Indonesia,” ujar Dr. Didit. Namun, saat ini, industri tekstil menghadapi penurunan signifikan, terutama di Myanmar dan Vietnam, sebagian besar akibat tekanan dari Eropa terkait polusi yang dihasilkan oleh proses tekstil.

Lebih lanjut, Dr. Didit menyoroti kondisi spesifik di Indonesia. “Mengenai perubahan, sustainability itu tentang tantangannya, karena salah satunya kebanyakan industri tekstil di Indonesia itu adalah tidak sustain, jadi secara lingkungan tidak sustain,” jelasnya. Beliau mencontohkan kasus Sungai Citarum yang tercemar berat akibat limbah industri tekstil di Bandung. Selain itu, tantangan eksternal seperti kebijakan tarif dari Amerika Serikat di era Donald Trump juga menambah kerumitan bagi industri tekstil nasional. Oleh karena itu, persoalan ini menjadi tantangan bersama yang memerlukan solusi komprehensif baik dari aspek manajemen maupun pemasaran.

Guest Lecture Dr. Mihaela Bishop  Kupas Tuntas Keberlanjutan Tekstil

guest lecture Dr. Mihaela Bishop
Dr. Mihaela Bishop memberikan presentasi pada acara guest lecture yang bertemakan “Sustainability Challenges in Southeast Asia’s Textile Industry”.

Kehadiran Dr. Mihaela Bishop sebagai narasumber utama dalam Guest Lecture ini diharapkan mampu memberikan perspektif internasional dan solusi inovatif. Fokus utama presentasi Dr. Bishop adalah untuk mengupas berbagai tantangan keberlanjutan yang dihadapi oleh industri tekstil di Asia Tenggara, sebuah kawasan yang menjadi pemain penting dalam rantai pasok global. Para dosen Universitas Widyatama yang hadir antusias menyimak paparan mengenai strategi pengelolaan dan pemasaran industri tekstil di masa depan yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga keberlanjutan bisnis itu sendiri. Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Oliver Hasan Padmanegara, S.E., M.Sc., juga menjadi wadah interaktif bagi para peserta untuk menggali lebih dalam isu-isu yang relevan.

Dr. Didit menekankan pentingnya pemahaman holistik mengenai keberlanjutan. “Tentunya dengan memperhatikan sustainability, sustainability itu bukan hanya mengenai environment, sustainability bukan hanya mengenai lingkungan, tetapi sustainability dari bisnisnya sendiri. Secara lingkungan sustain tapi secara bisnis tidak, buat apa juga,” tegasnya. Beliau berharap Guest Lecture ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan para dosen, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kebijakan dan pengajaran kepada mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan muncul inovasi dan strategi baru untuk mengangkat kembali industri tekstil Indonesia dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Harapan Peningkatan Wawasan dan Kebijakan

Acara Guest Lecture ini dipandang sebagai langkah strategis Universitas Widyatama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kontribusinya terhadap penyelesaian masalah industri nasional. Dengan menghadirkan pakar bereputasi seperti Dr. Mihaela Bishop, para akademisi di lingkungan Universitas Widyatama mendapatkan akses langsung terhadap penelitian terkini dan praktik terbaik di tingkat global. Diskusi yang berkembang selama acara juga mencerminkan kepedulian mendalam terhadap masa depan industri tekstil yang berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

Menutup sambutannya, Dr. Didit menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata. “Selamat berkuliah umum. Semoga kita akan mendapatkan banyak pengetahuan ya di sini dan tentunya dari pengetahuan ini akan membuat semacam kebijaksanaan-kebijaksanaan, wisdom kita akan naik dan tentunya untuk mahasiswa kita juga banyak pengetahuan yang bisa kita sampaikan. Terima kasih,” pungkasnya. Implikasi dari Guest Lecture ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat menginspirasi lahirnya solusi konkret dan kebijakan yang mendukung transformasi industri tekstil Indonesia menuju praktik yang lebih bertanggung jawab dan berdaya saing global.

guest lecture Dr. Mihaela Bishop
Dr. Didit Damur Rochman, S.T., M.T., IPU., ASEAN ENG, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, dan Kerjasama Universitas Widyatama memberikan cinderamata kepada Dr. Mihaela Bishop.