BANDUNG – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, semangat kepedulian sosial kembali mengalir dari lingkungan kampus yang berlokasi di Jalan Cikutra. Yayasan Widyatama bersama jajaran pimpinan rektorat menginisiasi program tahunan berupa pembagian sembako Yayasan Widyatama bagi warga yang bermukim di sekitar area institusi pendidikan tersebut. Kegiatan distribusi kebutuhan pokok ini berlangsung penuh kehangatan di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Widyatama pada tanggal 12 Maret 2026 sejak pukul 09.00 WIB. Perwakilan warga dari Kelurahan Sukapada dan Kelurahan Neglasari tampak sangat antusias menghadiri acara yang memang dirancang khusus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari kemenangan tiba.
Suasana kekeluargaan sangat terasa ketika yayasan dan universitas menyambut para warga beserta tokoh masyarakat setempat. Acara pagi itu diawali dengan penyampaian pesan penuh makna dari pimpinan yayasan serta sambutan balasan yang bersahabat dari para pemimpin wilayah masing-masing daerah. Setelah prosesi sambutan dan doa bersama selesai, panitia mulai menyerahkan ratusan paket bahan pokok secara tertib kepada para perwakilan warga yang telah hadir. Nantinya, para perwakilan inilah yang akan membawa dan mendistribusikan langsung amanah tersebut kepada para penerima manfaat setibanya di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. Langkah nyata ini merupakan bentuk perwujudan dari institusi dengan komitmen mutu pendidikan tinggi yang peka terhadap dinamika sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya, yang mana hal ini sejalan dengan pernyataan Ketua Yayasan Widyatama, Roeshartono, S.T., MCEM., MBA., seraya menegaskan bahwa “kami berbagi ini untuk bisa juga meringankan beban warga di sekitar kampus dan juga agar mereka bisa mempersiapkan Idul Fitri, yang tentunya melalui kegiatan ini kami berharap bisa menumbuhkan rasa gotong royong di antara kita, saling membantu, saling peduli dan juga mempererat tali silaturahmi.”

Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis dan berimbas langsung pada fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran, inisiatif sosial ini hadir sebagai angin segar bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Pihak yayasan sangat memahami kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi lonjakan harga barang kebutuhan sehari-hari, terlebih dengan adanya ketidakstabilan iklim global yang memicu ancaman kenaikan harga bahan bakar. Oleh karena itu, rutinitas berbagi menjelang hari raya ini menjadi momentum yang sangat esensial untuk merawat kebahagiaan bersama. Rangkaian inisiatif tersebut sukses menanamkan nilai-nilai kepedulian universal sekaligus menjembatani hubungan silaturahmi yang semakin harmonis antara civitas akademika dan masyarakat luas.
Secara keseluruhan, inisiatif sosial ini menyalurkan 750 paket sembako yang didistribusikan secara proporsional dan tepat sasaran. Di kawasan Sukapada, bantuan mengalir merata mulai dari RW 1 yang menerima 75 paket, disusul RW 2 dan RW 3 yang masing-masing mendapatkan 80 paket, serta RW 4 dengan 60 paket. Lebih lanjut, RW 5 dan RW 8 masing-masing memperoleh 50 paket, sementara RW 7 dan RW 16 masing-masing dialokasikan 55 paket. Distribusi ini juga mencakup 60 paket untuk RW 11 dan 55 paket yang diserahkan bagi satu rukun warga di Kelurahan Neglasari. Menariknya, jangkauan kepedulian kampus tidak berhenti pada ranah warga permukiman saja, karena bantuan serupa turut menyentuh kelompok pekerja harian seperti para pengemudi becak, petugas makam, pengurus masjid, hingga petugas penarik sampah dan beberapa kelompok rentan di daerah lainnya.
Apresiasi mendalam juga mengalir deras dari para pemimpin wilayah yang hadir mendampingi warganya pada hari yang cerah tersebut. Lurah Sukapada, Suhartomo, S.Sos., M.I.P., mengutarakan rasa syukurnya atas penyaluran bantuan komprehensif ini yang dinilai sangat membantu dapur warganya. Senada dengan hal tersebut, Lurah Neglasari, Asep Yudha Hasanudin., S.Pd., juga menyampaikan rasa harunya saat menerima bantuan alokasi untuk warga di wilayahnya yang sedang menghadapi tantangan ekonomi “ini sangat luar biasa ketika perekonomian kita lagi dibawah, pihak kampus tiap tahun memberikan bantuan yang mudah-mudahan saya doakan bisa lebih berkembang, bisa lebih bersaing dengan universitas lain sehingga bisa menjadi universitas yang terkemuka.” Dukungan moral dari para tokoh masyarakat yang mendoakan agar universitas semakin maju di tingkat nasional ini sangat selaras dengan program pengembangan karakter lulusan di Universitas Widyatama dalam mencetak tenaga profesional yang tidak hanya cerdas secara manajerial namun juga memiliki kecerdasan sosial yang tinggi terhadap lingkungan.

Pada akhirnya, agenda pembagian sembako Yayasan Widyatama ini melampaui sekadar aktivitas seremonial distribusi barang kebutuhan pokok semata. Sinergi yang terjalin erat antara pihak yayasan, jajaran pimpinan universitas, dan elemen masyarakat membuktikan bahwa harmoni sosial dapat terbangun sangat kokoh melalui tindakan nyata yang berkesinambungan. Kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar menjadi fondasi sosial yang kuat bagi kampus untuk terus melangkah maju sebagai institusi pendidikan yang inklusif, peduli, dan membawa dampak positif bagi peradaban bangsa. Mari terus menularkan inisiatif kebaikan semacam ini agar tercipta sebuah ekosistem pendidikan tinggi yang tidak berjarak dengan realitas sosial serta mampu memberdayakan masyarakat secara komprehensif.




