Wisuda Universitas Widyatama 2025 Gelombang 1 Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung pada Sabtu 22 November 2025 menjadi momen bersejarah bagi 1.093 wisudawan. Acara yang dibagi ke dalam dua sesi, pukul 08.00–11.30 dan 13.30–16.00 ini menandai lahirnya doktor pertama Program Ilmu Manajemen, sekaligus meneguhkan posisi Universitas Widyatama sebagai universitas akreditasi Unggul dan PTS di Jawa Barat dengan peringkat akreditasi tertinggi yang kian diperhitungkan di tingkat nasional dan Asia.

Momen wisuda Universitas Widyatama 2025 dan kelulusan doktor pertama

Gelombang wisuda kali ini diikuti oleh 1 wisudawan Program Doktor Ilmu Manajemen dari Fakultas Pascasarjana, 171 wisudawan Program Magister yang meliputi 119 wisudawan Magister Manajemen dan 52 wisudawan Magister Akuntansi, serta 784 wisudawan Program Sarjana dari berbagai prodi. Di dalamnya terdapat lulusan dari Prodi Akuntansi, Manajemen, Perdagangan Internasional, Teknik Industri, Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, hingga Perpustakaan dan Sains Informasi. Selain itu, terdapat 89 wisudawan Program Sarjana Terapan (D4) dari Prodi Desain Grafis dan Produksi Film dan Televisi, serta 48 wisudawan Program Ahli Madya (D3) dari Prodi Akuntansi, Manajemen, Bahasa Jepang, dan Multimedia.

Di tengah lautan toga dan senyum haru, para wisudawan berprestasi menjadi sorotan. Pada jenjang S2, Shanti Pramelia dari Prodi Magister Manajemen meraih IPK sempurna 4,00 dengan predikat lulusan terbaik dan nilai tesis A. Di jenjang S1, Refita Trya Agustin dari Prodi Bahasa Jepang meraih IPK 3,98 dengan nilai tugas akhir A. Untuk Program Sarjana Terapan, Mariana Renata dari Prodi Desain Grafis meraih IPK 3,93, sedangkan pada Program Ahli Madya, Wineu Cahyati dari Prodi Manajemen mencatat IPK 3,95, keduanya dengan nilai tugas akhir A.

Prestasi tidak hanya hadir dalam bentuk angka, tetapi juga kecepatan studi. Sofyan Iskandar dari Magister Manajemen dinobatkan sebagai lulusan tercepat S2 dengan masa studi 1 tahun 6 bulan 22 hari. Di jenjang S1, Muhammad Rizky Fahreza dari Prodi Manajemen meraih predikat lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 9 hari. Sementara itu, pada Program D3 Manajemen, Keysa Noor Auzora Nashia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun tepat. Lulusan termuda datang dari Prodi Teknik Informatika, yakni Khaerani Ulfah yang diwisuda pada usia 21 tahun 28 hari, menambah warna pada deretan kisah inspiratif wisuda ini.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., menegaskan bahwa wisuda kali ini bukan sekadar seremoni rutin. “Hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh suka cita dan kebanggaan untuk merayakan wisuda program diploma, sarjana terapan, sarjana, magister dan doktor. Ini bukan hanya seremonial akademik, tetapi momen monumental dari perjalanan baru yang akan menentukan masa depan lulusan, masa depan dunia usaha dan dunia industri serta masa depan bangsa dan negeri yang kita cintai,” ujarnya.
Rektor juga menyoroti kehadiran wisudawan program doktor sebagai babak baru dalam sejarah kampus. Menurutnya, upacara kali ini menjadi tonggak pertama di mana Universitas Widyatama melahirkan lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen. “Hasil saudara hari ini adalah buah dari ketekunan, kedisiplinan dan semangat juang untuk belajar sepanjang hayat. Di balik keberhasilan ini juga terdapat doa dan dukungan keluarga yang tidak pernah putus,” lanjutnya seraya mengajak hadirin memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan.

Wajah lulusan berprestasi dan cerita humanis dari kampus unggul

Sebagai universitas akreditasi Unggul dengan visi menjadi universitas unggul dan mandiri di Indonesia pada tahun 2028, Universitas Widyatama terus memperkuat diri melalui kurikulum yang responsif terhadap dunia usaha dan dunia industri. Rektor menjelaskan bahwa kampus senantiasa memperluas kolaborasi dengan institusi dalam dan luar negeri, mengembangkan penelitian aplikatif melalui aktivitas living lab, serta menguatkan layanan berbasis digital dan tata kelola modern. Ia juga menyebutkan bahwa kampus telah masuk QS World University Rankings Asia 2025, menegaskan daya saing Universitas Widyatama di kancah regional.

Namun, di tengah capaian akademik dan reputasi internasional, Prof. Dadang mengingatkan bahwa kesuksesan lulusan tidak hanya ditentukan oleh nilai dan gelar. Ia menekankan pentingnya “kecerdasan jalanan” sebagai pelengkap kecerdasan intelektual dan emosional. “Jadi kita sudah memiliki kecerdasan intelektual, kita sudah memiliki kecerdasan emosional, tapi kecerdasan jalanan adalah guru, ilmu, teori baru yang bisa kita angkat untuk memecahkan masalah tingkat kehidupan,” tegasnya. Ia mengajak para lulusan untuk terus belajar tanpa henti, memegang teguh integritas, membangun jejaring, berani mencoba dan tidak takut gagal, serta menjadi duta Universitas Widyatama di manapun mereka berkarya.
Suasana humanis kampus turut terasa dari cerita Dhiyah Fauziah, wisudawan Program Studi Produksi Film dan Televisi (FTV). Baginya, kedekatan antara dosen dan mahasiswa adalah pengalaman yang paling berkesan selama kuliah. “Kalau di FTV itu sendiri, bonding antara dosen dengan mahasiswa itu benar-benar deket banget. Yang paling berkesan dan berkenang itu nongkrong-nongkrong sama dosen, bercanda-bercanda sama dosen di ruang prodi, kita berkarya bersama dosen dan mahasiswa,” ungkap Dhiyah. Ia juga berpesan kepada adik tingkat agar berani memulai dan bereksperimen, karena masa menjadi mahasiswa adalah momen terbaik untuk mencoba hal baru tanpa takut gagal.

Kebahagiaan Dhiyah turut dirasakan oleh ibundanya yang hadir mendampingi di hari wisuda. Dengan mata berkaca-kaca, sang ibu mengungkapkan rasa haru dan bangga. “Seneng banget, berasa terharu, seneng banget. Harapan dari ibu, sukses selamanya, bahagia, seneng, pokoknya segalanya, terus berkarya tidak akan pernah cape untuk berkarya,” tuturnya. Dukungan keluarga seperti inilah yang oleh Rektor disebut sebagai fondasi penting keberhasilan lulusan dalam menapaki fase kehidupan berikutnya.

Di sisi lain, komitmen Universitas Widyatama menyiapkan lulusan siap kerja dan berdaya saing global juga tercermin dari beberapa pemberitaan media. Liputan bertajuk masa tunggu lulusan semakin singkat serta laporan melalui OBE Widyatama Bandung cetak lulusan 2025 berkompeten menunjukkan bagaimana kolaborasi kampus dengan dunia industri dan penerapan kurikulum Outcome Based Education mempercepat transisi lulusan ke dunia kerja.

Sebagai penutup, wisuda Universitas Widyatama 2025 bukan hanya menandai berakhirnya masa studi 1.093 wisudawan, tetapi juga membuka gerbang baru bagi lahirnya profesional unggul, ilmuwan beretika, dan pejuang perubahan di berbagai bidang. Dengan kombinasi reputasi sebagai universitas akreditasi Unggul, jejaring industri yang kuat, serta nilai-nilai humanis yang dijaga dalam keseharian kampus, wisuda Universitas Widyatama 2025 menjadi titik awal bagi para lulusan untuk melangkah percaya diri, bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang dan memberi dampak positif bagi masyarakat.