Universitas Widyatama kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemikiran strategis dan kolaboratif melalui penyelenggaraan Studium Generale dalam rangka Dies Natalis ke-25, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Infrastruktur Berdampak: Sinergi Rekayasa Teknik dan Pembiayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan.”
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus ini menghadirkan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia mengungkapkan berbagai tantangan dalam pembangunan infrastruktur strategis, termasuk proyek Jalan Tol Cigatas yang masih menghadapi kendala kelayakan ekonomi.
Menurutnya, proyek yang merupakan bagian dari Tol Getaci tersebut belum dapat sepenuhnya menarik minat investor jika hanya mengandalkan proyeksi lalu lintas kendaraan. Hal ini menjadi gambaran nyata kompleksitas pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di wilayah selatan Jawa Barat.
Rektor Universitas Widyatama, Dadang Suganda, menegaskan bahwa forum akademik seperti Studium Generale ini menjadi ruang penting untuk membuka wawasan sivitas akademika terhadap dinamika kebijakan publik dan pembangunan nasional.
“Paparan yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa pembangunan bukanlah proses yang sederhana, melainkan hasil dari integrasi berbagai aspek, mulai dari teknis hingga sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan melalui kajian ilmiah, pengembangan sumber daya manusia, serta keterlibatan aktif dalam pengawasan dan evaluasi kebijakan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Widyatama mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta sebagai kunci dalam menciptakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk turut berperan aktif dalam mengawal pembangunan, baik melalui penelitian maupun kontribusi langsung di lapangan. Hal ini sejalan dengan visi universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan bangsa.







