Universitas Widyatama Angkat Peran AI dan Strategi Industri Kreatif dalam Dies Natalis ke-25

Universitas Widyatama kembali menghadirkan tokoh inspiratif dalam rangkaian Dies Natalis ke-25 universitas dan Dies Natalis ke-5 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melalui forum diskusi bertema “Ekonomi Kreatif sebagai Soft Power Bangsa: Peran Seni, Kebijakan, dan Generasi Muda.”

Kegiatan yang digelar di Bandung ini menghadirkan Yovie Widianto sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya optimalisasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), sebagai alat untuk memperkuat kreativitas generasi muda tanpa menghilangkan peran manusia sebagai pusat ide dan inovasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang harus dihadapi secara adaptif dan bijak. Ia menekankan bahwa AI seharusnya menjadi mitra dalam meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan proses berpikir kreatif manusia.

“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat akselerasi. Namun, ide dan kreativitas utama tetap harus lahir dari manusia itu sendiri,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Selain membahas teknologi, Yovie Widianto juga mengangkat fenomena global industri hiburan Korea Selatan sebagai contoh keberhasilan strategi soft power. Ia menjelaskan bahwa kesuksesan industri K-pop tidak hanya bertumpu pada kualitas karya, tetapi juga didukung oleh strategi industri yang terintegrasi dan mampu menembus pasar global.

Ia mencontohkan kiprah Park Ji-sung di kancah sepak bola internasional sebagai bagian awal dari diplomasi budaya Korea Selatan, yang kemudian berkembang hingga melahirkan grup global seperti BTS dan NCT.

Dalam konteks Indonesia, ia menilai potensi industri kreatif nasional sangat besar dan mampu bersaing di tingkat global. Hal ini tercermin dari keberhasilan musisi Indonesia seperti Rich Brian dan NIKI yang telah menembus pasar internasional.

Melalui forum ini, Universitas Widyatama menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui peran akademisi, mahasiswa, dan kolaborasi lintas sektor. Diskusi ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kesuksesan di industri kreatif tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga strategi, konsistensi, dan keberanian untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

 

Selain itu, kegiatan ini menyoroti pentingnya multiplier effect dari industri kreatif terhadap perekonomian, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, hingga kuliner. Universitas mendorong agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi kreator yang membawa karya Indonesia ke panggung global.

Melalui rangkaian Dies Natalis ini, Universitas Widyatama terus berupaya menghadirkan forum akademik yang relevan dengan perkembangan global, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak talenta kreatif yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.