Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Universitas Widyatama angkatan 2022 sukses menggelar Kuliah Lapangan 2025 Prodi Bahasa Inggris di Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2025 ini mengusung tema belajar langsung dari lapangan sambil eksplorasi kota budaya dan pariwisata. Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman langsung terkait konsep pariwisata, dampaknya terhadap lingkungan, serta memperluas wawasan melalui studi banding program internasional.
Rombongan mahasiswa berangkat dari kampus pada 21 Oktober 2025. Agenda akademik inti dimulai keesokan harinya (22/10) dengan eksplorasi kawasan Gunung Bromo. Kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan fokus pada pembahasan mendalam mengenai ekowisata, pariwisata berkelanjutan, dan diplomasi budaya. Mahasiswa mempelajari bagaimana pariwisata Indonesia dapat berfungsi sebagai alat soft diplomacy untuk mempromosikan budaya nasional ke panggung internasional.
Memperkuat Jejaring Akademik di Universitas Brawijaya

Puncak kegiatan akademik dilanjutkan pada 23 Oktober 2025 dengan kunjungan studi banding ke Universitas Brawijaya (UB). Disana, mahasiswa Widyatama terlibat dalam diskusi akademik dan pertukaran ilmu dengan dosen serta mahasiswa Sastra Inggris UB. Fokus pertemuan ini meliputi isu pendidikan, budaya, dan peluang studi lanjut di universitas negeri. Kegiatan ini juga memberikan observasi langsung mengenai dampak pariwisata terhadap lingkungan dan budaya lokal.
Rangkaian acara di UB mencakup kuliah umum yang sangat relevan dari salah satu dosen Sastra Inggris UB dengan topik Critical Discourse and Multimodality Analysis. Selain itu, dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang dinamis antara Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HIMABI) Widyatama dengan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (ESA). Pertukaran ini disambut hangat oleh pihak tuan rumah, menciptakan atmosfer kolaboratif yang positif dan penuh antusiasme.
Yohanna, Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UB, mengungkapkan kesannya. “Hari ini sebenarnya seru banget karena we get to know each other dan aku juga jadi tahu di HIMABI itu gimana. It’s very fun to know a lot of people. Mungkin kita bisa studi banding part 2,” ujarnya. Hal senada disampaikan Kelly, Wakil Ketua ESA FIB UB, yang terkesan dengan antusiasme rombongan Widyatama dan berharap relasi kedua himpunan dapat terus terjalin ke depannya, “Semoga ESA FIB UB dan HIMABI dari Universitas Widyatama tetep bisa jalin relasi sampai kabinet-kabinet kedepannya.”
Dari Transportasi Klasik Hingga Agrowisata Apel

Setelah kunjungan akademik yang intensif, mahasiswa melanjutkan eksplorasi budaya di Museum Angkut pada sore hari (23/10). Kunjungan ini bertujuan mengeksplorasi sejarah transportasi dunia dan mengamati nilai-nilai budaya yang diintegrasikan dalam pengembangan wisata edukatif di Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup pada 24 Oktober dengan kunjungan agrowisata ke perkebunan apel. Mahasiswa mendapat penyuluhan tentang manajemen agrowisata dan berkesempatan memetik apel langsung sebelum akhirnya kembali ke Bandung.
Dianita, S.S., M.Hum, Dosen Prodi Bahasa Inggris Universitas Widyatama, menilai kuliah lapangan kali ini sangat berkesan dan berbeda dari tahun sebelumnya. “Yang paling berkesan itu ada kerjasama dengan Universitas Brawijaya. Kemarin pemaparannya dari salah satu dosen [UB] juga bagus. Lalu ada discussion dengan himpunan mahasiswa dan mereka antusias sekali,” katanya. Sebagai bagian dari Universitas Widyatama, yang dikenal sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat dengan peringkat akreditasi unggul, beliau berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang. “Mudah-mudahan nanti kita bisa berkolaborasi lagi… tidak hanya himpunan, tetapi mungkin student exchange atau penelitian Tri Dharma untuk dosen,” tambah Dianita.
Perspektif mahasiswa juga sangat positif. Virlistyanti Dwi Yumardilla, Wakil Ketua HIMABI, mengapresiasi pengalaman yang didapat. “Sangat menyenangkan dan seru banget bisa kumpul lagi dan mendapatkan ilmu baru. Semoga hasil benchmarking kita dengan Universitas Brawijaya bisa diimplementasikan di Prodi,” tuturnya. Meskipun terkendala cuaca hujan, seperti diungkapkan Nauval Muhammad Darussalam, mahasiswa angkatan 2022, kegiatan “tetap seru dan menyenangkan.” Kegiatan Kuliah Lapangan 2025 Prodi Bahasa Inggris ini terbukti berhasil memadukan pembelajaran akademik, penguatan jejaring, diplomasi budaya, dan eksplorasi pariwisata secara komprehensif.





