BANDUNG, 3 Agustus 2026 – Universitas Widyatama (UTama) memperingati Dies Natalis ke-25 dengan mengusung tema “25 Years of Impactful Learning”. Momentum seperempat abad ini menjadi refleksi perjalanan sekaligus penegasan arah strategis Universitas Widyatama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi dunia kerja, industri, pemerintah, dan masyarakat.
Tema Impactful Learning menjadi representasi komitmen Universitas Widyatama untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan, penelitian, inovasi, dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., mengatakan bahwa perjalanan Widyatama terus diarahkan untuk memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, ekosistem pembelajaran, serta riset yang berdampak.
“Sejak awal Widyatama telah membangun konsep sebagai Academic University, kemudian secara bertahap berkembang menuju Research University. Yang kami maksud dengan Impactful Learning adalah menciptakan proses pembelajaran yang berdampak. Kami memperkuat kualitas sumber daya manusia dosen, ekosistem pembelajaran, hingga riset yang benar-benar memberikan manfaat,” ujar Dadang dalam Upacara Peringatan Dies Natalis ke-25 Universitas Widyatama, Senin (3/8/2026).
Penguatan SDM dan Kualitas Dosen
Salah satu fokus utama Universitas Widyatama dalam mewujudkan Impactful Learning adalah penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen.
Peningkatan kompetensi, kualifikasi pendidikan hingga jenjang doktor, serta pengembangan jabatan fungsional akademik terus menjadi bagian dari strategi pengembangan SDM Universitas Widyatama.
Saat ini, proporsi dosen bergelar doktor di Universitas Widyatama telah mendekati 40 persen dan terus diarahkan untuk meningkat hingga sekitar 50 persen.
Penguatan kualitas akademik tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas dosen dalam menjalankan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Kurikulum Berbasis OBE Perkuat Link and Match dengan Dunia Kerja.
Selain SDM, Universitas Widyatama terus memperkuat ekosistem pembelajaran melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Kurikulum dirancang agar capaian pembelajaran mahasiswa selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri (DUDI), dunia kerja, pemerintah, serta para mitra.
“Kurikulum bukan hanya bagus menurut kita, tetapi juga harus bagus menurut pasar. Harus ada link and match antara apa yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja, industri, pemerintah, maupun mitra,” jelas Dadang.
Penerapan OBE menjadi salah satu langkah Universitas Widyatama untuk memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi di tengah dinamika kebutuhan dunia kerja.
34 KCK Dorong Riset yang Menghasilkan Dampak
Dalam bidang penelitian, Universitas Widyatama memperkuat kolaborasi keilmuan melalui pembentukan Kelompok Cabang Keilmuan (KCK).
Saat ini terdapat 34 KCK yang terdiri atas seorang ketua dan lima anggota. Setiap kelompok diarahkan untuk menghasilkan sedikitnya dua penelitian secara kolaboratif.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya riset yang lebih terarah dan kolaboratif di lingkungan Universitas Widyatama.
Rektor menegaskan bahwa hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus menghasilkan luaran yang memiliki nilai tambah dan dapat dimanfaatkan.
“Riset harus berdampak, tidak hanya menjadi jurnal, tetapi juga menghasilkan HKI, produk, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Universitas Widyatama terus mendorong agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), produk inovasi, serta solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.
Perkuat Fondasi Menuju World Class University
Sejalan dengan penguatan pendidikan dan penelitian, Universitas Widyatama juga mulai mengimplementasikan berbagai indikator menuju World Class University.
Universitas Widyatama telah mulai berpartisipasi dalam pemeringkatan internasional, di antaranya Webometrics dan QS World University Rankings. Langkah ini menjadi bagian dari proses membangun ekosistem perguruan tinggi yang memiliki daya saing dan pengakuan di tingkat global.
Hingga 2028, Universitas Widyatama memprioritaskan penguatan fondasi internal, peningkatan kualitas riset, pemeliharaan dan peningkatan akreditasi, serta pengembangan berbagai praktik terbaik sebelum memperluas langkah di tingkat global.
LLDIKTI Wilayah IV Apresiasi Perjalanan 25 Tahun Widyatama
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., turut memberikan apresiasi atas perjalanan Universitas Widyatama yang telah mencapai usia 25 tahun.
Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi swasta bertahan hingga seperempat abad merupakan pencapaian penting di tengah dinamika pendidikan tinggi.
Ia menyampaikan bahwa jumlah perguruan tinggi swasta di wilayah Jawa Barat dan Banten mengalami penurunan. Dari hampir 480 perguruan tinggi ketika dirinya mulai bertugas, saat ini jumlahnya sekitar 416 perguruan tinggi swasta.
Dari jumlah tersebut, menurut Lukman, hanya sekitar 40–50 perguruan tinggi yang mampu bertahan lebih dari 20 tahun.
“Dalam usia 25 tahun ini kami berharap Widyatama bisa melakukan revitalisasi, mempercepat lahirnya profesor-profesor baru, meningkatkan publikasi penelitian, dan terus bergerak menjadi kampus unggul berkelas dunia,” ujar Lukman.
Dorong Percepatan Karier Akademik Dosen
LLDIKTI Wilayah IV juga mendorong Universitas Widyatama untuk terus mempercepat pengembangan karier akademik dosen.
Dari 262 dosen yang dimiliki Universitas Widyatama, sekitar 200 dosen telah menerima sertifikasi dosen. Sementara itu, saat ini terdapat lima profesor, dengan harapan jumlah tersebut terus bertambah hingga sedikitnya 22 profesor, sesuai dengan jumlah program studi yang dimiliki Universitas Widyatama.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas akademik Universitas Widyatama untuk mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global.
Dies Natalis ke-25 sebagai Momentum Reborn
Memasuki usia 25 tahun, Universitas Widyatama menjadikan momentum Dies Natalis sebagai titik penting untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat langkah ke depan.
Dengan tema “25 Years of Impactful Learning”, Widyatama menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak melalui penguatan sumber daya manusia, pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, riset kolaboratif, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Seperempat abad perjalanan Universitas Widyatama menjadi fondasi untuk terus bertumbuh dan bertransformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat global.
25 Years of Impactful Learning — terus belajar, terus berdampak, dan terus melangkah menuju masa depan.






