Bandung Menanam Jilid 6: Upaya Konservasi Berkelanjutan Kerja Sama Pemkot Bandung dengan Universitas Widyatam di Kecamatan Cibiru

Bandung, 16 Desember 2024 – Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar program penghijauan Bandung Menanam Jilid 6, yang tahun ini mengusung tema Konservasi Bandung Berkelanjutan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 23 November 2024, di lahan kritis Kecamatan Cibiru, sebagai langkah nyata dalam pelestarian lingkungan dan mitigasi kerusakan ekosistem.

Dengan luas lahan kritis mencapai 6,9 hektar, Kecamatan Cibiru menjadi prioritas utama dalam program ini. Sebanyak 7.702 batang pohon akan ditanam untuk memulihkan area tersebut. Program ini tidak hanya terbatas pada penanaman pohon, tetapi juga melibatkan berbagai pihak hingga tahap pemeliharaan untuk menjamin keberlanjutan penghijauan.

“Ini adalah upaya jangka panjang untuk menciptakan Bandung yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara.

Universitas Widyatama Turut Berpartisipasi

Universitas Widyatama turut ambil bagian dalam mendukung program penghijauan ini. Pada Jumat, 6 Desember 2024 dan Sabtu, 14 Desember 2024, Universitas Widyatama bersama 50 perguruan tinggi lainnya melaksanakan penanaman pohon secara serentak sebagai bagian dari rangkaian Bandung Menanam Jilid 6.

Universitas Widyatama diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, PkM, Inovasi, dan Kerja Sama, Dr. Didit Damur Rochman, S.T., M.T., IPU., ASEAN ENG, yang hadir langsung di lokasi penanaman. Kehadiran perguruan tinggi dalam kegiatan ini menandakan kolaborasi erat antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam upaya pelestarian lingkungan.

Jenis dan Komposisi Bibit Pohon

Penanaman pohon dalam program ini meliputi dua kategori utama:

Tanaman keras, seperti aren, mahoni, ki acret, campoleh, kapundung, rasamala, bambu, mimba, damar, manglid, gmelina, ki sireum, kayu afrika, dan ketapang.
Tanaman sela, seperti kopi, mangga, dan alpukat.
Perbandingan antara tanaman keras dan tanaman sela adalah 75 persen untuk tanaman keras dan 25 persen untuk tanaman sela. Standar tinggi bibit minimal 1,5 meter diberlakukan untuk meningkatkan efektivitas pemulihan lahan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap permasalahan lahan kritis di Kota Bandung, terutama di kawasan yang membutuhkan perhatian seperti Kecamatan Cibiru. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari ASN, BUMD, perguruan tinggi, hingga lembaga dan institusi lainnya, Bandung Menanam Jilid 6 diyakini akan membawa dampak signifikan bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Penghijauan ini tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Bandung yang lebih baik,” tambah Koswara optimis.

Dengan langkah strategis ini, Pemkot Bandung terus memperkuat komitmennya untuk menciptakan kota yang ramah lingkungan dan berdaya tahan tinggi terhadap tantangan perubahan iklim.