Categories: Berita

Universitas Widyatama Melakukan MoU Virtual Dengan Universitas Kuningan

Sebagai salah satu upaya memperkuat citra dan mutu perguruan tingginya, Universitas Kuningan (Uniku) menjalin kerja sama dengan Universitas Widyatama (UTama). Hal tersebut diawali dengan penandatanganan…

Sebagai salah satu upaya memperkuat citra dan mutu perguruan tingginya, Universitas Kuningan (Uniku) menjalin kerja sama dengan Universitas Widyatama (UTama).

Hal tersebut diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UTama dan Uniku yang digelar secara virtual, dilanjut dengan acara Webinar Nasional dengan mengangkat tema “Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi”, Kamis (18/06/2020) siang.

Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., Rektor Universitas Kuningan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa MoU antara Unika dan UTama sudah direncanakan sejak lama dan sempat beberapa kali tertunda.

“Sebetulnya, kerja sama antara Universitas Widyatama dengan Universitas Kuningan sudah direncanakan sejak lama, tetapi tertunda akibat adanya Pandemi COVID-19. Tetapi, alhamdulillah, walaupun dilakukan secara virtual, kegiatan ini tetap bisa terlaksana dengan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut Rektor Unika menyampaikan ucapan terima kasih kepada UTama yang sudah berkenan untuk bekerja sama dengan Uniku.

“Yang pertama ingin saya sampaikan tentu ucapan terima kasih kepada Universitas Widyatama yang sudah berkenan untuk menerima kerja sama ini. Kita tahu bahwa Universitas Widyatama adalah salah satu universitas besar yang ada di Jawa Barat dan tentu memiliki pengalaman yang sudah cukup mumpuni untuk menjadi sebuah universitas yang berkualitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan kerja sama itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Uniku untuk bisa berdiri sejajar dengan perguruan tinggi lainnya.

“Dua minggu yang lalu, Universitas Kuningan merayakan Dies Natalis yang ke-17. Di usia yang masih relatif muda ini tentu kami mempunyai mimpi untuk bisa berdiri sejajar dengan perguruan tinggi yang lain. Nah, kata kuncinya adalah tentu harus lebih keras untuk belajar. Belajar ini dapat dilakukan salah satunya yaitu melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” katanya.

Rektor Unika pun berharap kerjasama tersebut dapat digunakan sebagai sarana  mengembangkan berbagai potensi yang ada di civitas akademikanya.

“Mudah-mudahan kerja sama ini akan menjadi awal untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di Universitas Widyatama ataupun di Universitas Kuningan dan juga menjadi gerbang awal untuk menjalin kerja sama diberbagai bidang, khususnya dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., Rektor Unika.

Sementara itu Ketua Yayasan Widyatama, Djoko S. Roespinoedji, SE., PG., Dip., mengatakan kerja sama antara UTama dan Uniku digelar sebagai upaya untuk mengembangkan daya saing perguruan tinggi sekaligus menguatkan citra dan mutu perguruan tinggi.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Universitas Widyatama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi atau kerja sama antar perguruan tinggi yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan daya saing perguruan tinggi sekaligus menguatkan citra dan mutu perguruan tinggi hingga semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat dan juga dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan UTama menduduki peringkat yang cukup strategis di antara perguruan tinggi di Indonesia. Menduduki peringkat 95 dari 4682 perguruan tinggi di Indonesia versi Kemenristekdikti.

Di samping itu, Universitas Widyatama berada di peringkat ke-6 se-Jawa Barat versi unirank dan telah menerbitkan 661 artikel dengan jumlah dosen 273 orang dalam jurnal terindeks Scopus sejak Oktober 2018.

Prestasi terbaru yang diraih oleh Universitas Widyatama yaitu, tiga orang petingginya masuk ke dalam 500 peneliti terbaik di Indonesia versi Indonesia versi Science and Technology Index (SINTA) tahun 2020.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S. IP., M. Si.,  Rektor Universitas Widyatama (rangking 30), Prof. Djoko S. Roespinoedji, S.E., PG. DIP (rangking 208) serta Prof. Dr. Mohd. Haizam Bin Mohd. Saudi, Wakil Rektor III, Bidang Riset, Pengembangan & Kerjasama (rangking 27).

Prestasi lainnya mereka juga pernah berkolaborasi mengharumkan nama Indonesia, dengan menyabet silver award pada ajang ke-10 International Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning (PECIPTA, tahun 2019) di Malaysia. Dihelat oleh Kementerian Pendidikan Malaysia, tanggal 22-23 September 2019 lalu, di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.

Perangkingan SINTA tahun 2020 sendiri, telah diumumkan oleh Menteri Kementrian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro.

Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro mengumumkan hasil pemeringkatan berdasarkan Science and Technology Index SINTA series 1 tahun 2020 tersebut bersamaan dengan pengumuman 500 peneliti terbaik di Indonesia, secara daring, Kamis (28/5/2020).

Sedangkan Prof. H. Obi, sapaan akrab Rektor Universitas Widyatama memaparkan, bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk lain kerjasama antar perguruan tinggi. Terlebih LLDIKTI Wilayah IV Jabar & Banten telah menunjuk Universitas Widyatama untuk membantu perguruan tinggi yang ada dalam hal peningkatan kualitas penulisan dan publikasi jurnal internasional terindek Scopus.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa LLDIKTI Wilayah IV meminta agar rekan-rekan perguruan tinggi yang ada di Jabar & Banten dibantu dalam menulis jurnal.

“Uniku adalah salah satu kampus yang telah menandatangani MoU-nya,” kata Prof. H. Obi, yang memiliki personal garansi dalam menerbitkan jurnal internasional terindek Scopus di Eropa dan Amerika Serikat.

Saat ditanya berapa slot yang akan diberikan pihaknya kepada Unika, menurutnya UTama akan memberikan 500 slot publikasi jurnal internasional.

“Jadi setiap ada universitas yang bekerja sama kami tawarkan 500 artikel dalam satu tahun. Kalau mampu mereka ambil ya silakan, tapi umumnya di angka 100 jurnal internasional yang akan dipublikasikan oleh setiap kampus yang telah melakukan MoU,” imbuh Prof. H. Obi.

Setelah MoU itu, di waktu ke depannya akan dilakukan MoA. Termasuk menentukan bagaimana tidak lanjut kolaborasi penulisan jurnal internasional antara dosen Unika dan UTama.

Pada kesempatan yang sama  Prof. H. Obi didapuk menjadi pemateri Webinar Nasional mengenai penulisan jurnal internasional.

Memaparkan berbagai cara menghadapi jurnal internasional, bersikap kepada jurnal yang diskontinu serta memahami bagaimana jurnal yang mengalami upgrading

Prof. H. Obi pun menunggu rekan-rekan perguruan tinggi lainnya untuk melakukan MoU juga MoA lanjutan, sebagai upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi khususnya dalam publikasi jurnal internasional.

“Kami tidak mau maju sendiri, ingin berbagi dengan kampus lainnya,” pungkas Prof. H. Obi.

Pekan Ini Universitas Widyatama Akan Menggelar Jobfair Online Terlama Se-Indonesia
Ketua Yayasan Widyatama Bandung Masuk Sebagai Peneliti Terbaik Indonesia
Humas Widyatama

Share
Published by
Humas Widyatama

Recent Posts

Universitas Widyatama Didukung Disdik Jabar Adakan Lomba Inovasi Untuk Jenjang SMA, SMK & MA Pada Ajang Internasional

Universitas Widyatama (UTama) Kota Bandung terus berupaya untuk menjadi salah satu kampus terdepan dalam hal…

3 minggu ago

Setelah Dilantik Menjadi Pengurus Kwarda, Djoko Roespinoedji Akan Menumbuhkan UKM Pramuka Di Perguruan Tinggi

Atalia Ridwan Kamil resmi dilantik menjadi Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat (Kwarda Jabar) beserta jajaran…

3 minggu ago

Universitas Widyatama Tercatat Menjadi Kampus Ternama Di Bandung

Universitas Widyatama (UTama), tercatat menjadi salah satu kampus ternama di Kota Bandung. Hal itu berdasarkan…

3 minggu ago