SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

Startup (memulai beroganisasi/usaha bisnis) kini terus digaungkan kepada generasi Milenial di tanah air, sebagai upaya melahirkan banyak wirausaha muda.

Hal itu untuk mendukung Indonesia menjadi negara yang lebih maju dengan banyaknya wirausaha muda yang lahir, sebagai penopang pembangunan.

Perlu diketahui untuk menjadi sebuah negara maju, memerlukan minimal dua persen wirausaha dari jumlah penduduk yang ada.

Dari catatan yang diperoleh majalahsora.com, tahun 2013 lalu wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,63 persen.

Untuk mendukung lahirnya wirausaha muda di tanah air, Program Studi Manajemen D3 Universitas Widyatama menyelenggarakan ajang Business Plan Competition tingkat SMA/SMK se-Bandung Raya.

Merupakan sebuah kompetisi untuk mengembangkan ide bisnis. Dihelat Senin, tanggal 16 Desember 2019 di Ruang Seminar Lantai 4 Universitas Widyatama, Jalan Cikutra No 204-A.

prof Obsatar Sinaga Rektor Universitas Widyatama 1024x768 1 1024x768 - SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

Annisa Lisdayanti, S.E.,M.M., selaku Kaprodi Manajemen D3 Universitas Widyatama, mengatakan tujuan diadakannya kegiatan tersebut, menjadi wadah pembentukan karakter bagi generasi muda.

Khususnya pelajar SMA, SMK dan sederajat, agar mampu bersaing dalam sebuah kompetisi.

Di samping itu untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah gagasan bisnis.

Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin memudahkan masyarakat dalam segala hal.

“Creativity and Innovation of Young Generation in The Digital Era”, dipilih menjadi tema ajang itu. Diharapkan para peserta Business Plan Competition ini, mampu menciptakan sebuah konsep bisnis yang berorientasi pada pengembangan produk.

Terutama produk yang dapat digunakan dalam era yang serba digital ini.

Business Plan Competition Widyatama 6 1040x780 1024x768 - SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

Ajangnya sendiri didukung oleh Pemerintah Kota Bandung (memberikan Trophy Wali Kota Bandung) serta beasiswa dari Universitas Widyatama bagi pemenang termasuk uang pembinaan jutaan rupiah.

Sedangkan untuk penjuriannya, dinilai langsung oleh Program Studi Manajemen D3, dibantu oleh para ahli di bidang bisnis, seperti  Kadin Kota Bandung, Dispora Kota Bandung, Hipmi Jabar, serta perwakilan Dosen Kewirausahaan yang aktif dalam berbagai kegiatan perlombaan dan pelatihan kewirausahaan.

Lebih lanjut dengan adanya penyelenggaraan kegiatan Business Plan Competition ini, diharapkan menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda dalam membangun diri, menjadi pengusaha muda di masa yang akan datang.

Pada ajang itu ada delapan tim (satu tim diisi dua-tiga orang) yang lolos ke babak semifinal dan final dan SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat, berhasil menyabet juara pertama dengan produk nature pot.

Sedangkan juara kedua diraih oleh SMAN 10 Kota Bandung, dengan produk print-print lagi; serta juara ketiga diraih oleh SMAN 12 Kota Bandung dengan produk cemilan 10 (makanan ringan terbuat dari sayuran).

Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Widyatama hadir langsung menyerahkan piala dan hadiah, sekaligus menutup kegiatannya.

Business Plan Competition Widyatama 4 1040x780 1024x768 - SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

Kepada awak media, ia menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung ajang tersebut yang bisa melahirkan startup di tanah air.

Di samping itu, kegiatan tersebut merupakan bagian pengabdian masyarakat dari kampusnya, sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Biasanya orang yang mau membuka usaha itu belum apa-apa yang dipikirkannya modal dulu (dana), sehingga sering menjadi alasan dan ganjalan dalam memulai usaha. Padahal selain itu yang lebih utama adalah memikirkan rencana bisnis dan produk yang matang, agar bisnisnya  tumbuh sesuai rencana,” kata Prof. H. Obi sapaan akrab Rektor Widyatama, Senin (16/12/2019) usai menutup kegiatan.

Lebih lanjut Prof. H. Obi, mengatakan bahwa Business Plan Competition yang dihelat oleh kampusnya, memiliki tujuan agar para generasi Milenial tidak hanya repot memikirkan modal (dana) dalam memulai usaha, tetapi dimulai dengan menyusun rencana bisnis terlebih dahulu.

Business Plan Competition Widyatama 2 1024x768 1024x768 - SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

“Makanya kita bikin kompetisinya. Ini suatu bukti kalau dimulai dengan rencana bisnis yang baik dan terukur maka akan membuahkan hasil yang baik,” kata Prof. H. Obi.

“Ternyata kalau ditantang, para peserta menjadi bisa. Produknya pun bagus-bagus dan oleh juri dinilai menjadi produk unggulan,” imbuhnya.

Masih kata Prof. H. Obi untuk memulai bisnis itu bagusnya digeluti sejak dini menjadi usaha sampingan, bukan setelah pensiun.

Saat ditanya oleh majalahsora.com mengenai keberlangsungan ajang itu di tahun-tahun berikutnya, dengan tegas ia mengatakan akan diadakan setiap tahun, dan dikemas lebih baik lagi.

Sementara itu Siti, Aris dan Dimas dari tim SMAN 1 Cisarua KBB, yang berhasil menyabet juara pertama, mengatakan sangat senang telah mengikuti ajang itu dan keluar sebagai juaranya.

Business Plan Competition Widyatama 1 1024x768 1024x768 - SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat Sukses Menjuarai Ajang Business Plan Competition Universitas Widyatama

Sebelum jadi juara mereka mempresentasikan business plan produk nature pot.

Pot tersebut merupakan produk inovasi, dibuat memanfaatkan limbah baglog jamur karena sekolah tersebut berada di daerah pertanian dan banyak pengusaha jamur.

“Tahap awal penjurian proposal kami diseleksi. Kemudian masuk ke tahap wawancara langsung. Setelah itu kami mempresentasikan produk, ditampilkan melalui slide,” kata Siti, Aris dan Dimas.

Menurut pengakuan mereka tidak hanya produknya saja yang harus bagus, tetapi cara menyampaikannya juga.

“Kalau dilihat dari segi produk, mungkin produk kami masih kalah dari peserta yang lain. Namun kelebihan kami menggunakan bahasa Inggris dalam presentasinya. Kami menggunakan bahasa Inggris karena ingin berbeda dari tim lain,” kata mereka.

Sedangkan keunggulan dari produk nature pot karena mengusung program ramah lingkungan.

Nature pot digunakan untuk menanam tanaman hortikultura, tidak menghasilkan limbah ketika sudah tidak digunakan.

“Produk kami bisa ditanam dalam tanah dan akan hancur menjadi pupuk, karena nature pot sudah mengandung pupuk di dalamnya,” pungkas mereka.

Dr. Arry Bainus: Unpad Siap-siap Disalip Universitas Widyatama
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Mengajak PT Di Wilayahnya Berkolaborasi Dengan Universitas Widyatama Menulis Jurnal Internasional