Ridwan Kamil : Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Adidaya Tahun 2045

Ridwan Kamil : Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Adidaya Tahun 2045

Selasa (03/09) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. menyapa ribuan mahasiswa baru Universitas pada rangkaian acara Program Pengenalan Universitas di Gedung Serbaguna (GSG) Widyatama.

Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia bisa bersaing menjadi Negara adidaya dengan negara maju seperti Rusia, Amerika Serikat, bahkan China. Berdasarkan studi ilmiah, ada beberapa syarat sebuah negara bisa menjadi negara adidaya.

Semua faktor pendukung, kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini, dimilik oleh Indonesia. Indonesia memiliki penduduk yang banyak. Potensi ini, membuat Indonesia kaya akan sumber daya manusia (SDM) atau angkatan kerja. Kemudian wilayah luas dan sumber daya alam (SDA) yang kaya.

IMG 0046 1024x682 - Ridwan Kamil : Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Adidaya Tahun 2045

“Sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkannya (jadi negara adidaya) sudah dimiliki Indonesia,” kata Emil.

Menurut dia, ada sebuah prediksi dan kajian bahwa tahun 2045 atau setelah 100 tahun berstatus negara merdeka, Indonesia bakal jadi negara adidaya ketiga di dunia.

“Semua itu bisa terwujud jika semua syarat terpenuhi. Syarat yang pertama adalah pertumbuhan ekonomi terus berjalan baik minimal di angka 5% dan ijtu sudah menjadi modal yang baik”, ucapnya

Lalu, kedua kualitas bonus demografi atau anak-anak mudanya kompetitif dan punya keahlian digital, saat ini usia produktif di Indonesia mencapai 70%. Syarat terakhir, ketiga, adalah kondusivitas negara, terutama pergantian pemimpin aman dan terjaga dengan baik.

IMG 7384 1024x682 - Ridwan Kamil : Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Adidaya Tahun 2045

Emil menyatakan, banyak negara yang terpuruk karena berada dalam situasi peperangan.

“Contoh nya negara negara Afganistan. Selama 40 tahun tak berhenti berperang. Padahal suku bangsanya hanya tujuh, Indonesia 400 lebih (suku bangsa). Para ulama berijtihad (bersepakat) dengan pendiri bangsa menjadikan Pancasila sebagai ijab kabul, sebagai kesepakatan akad. Kalau akad itu diganggu, kami tak yakin NKRI ini bisa bertahan,” tutur Emil.

Begitu juga dengan negara Yugoslavia. Akibat perang, negara Yugoslavia kini terpecah menjadi negara-negara kecil, Bosnia Herzegovina, Serbia, kroasia dan lain-lain.

IMG 7393 1024x682 - Ridwan Kamil : Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Adidaya Tahun 2045

Diakhir paparannya Emil mengajak seluruh mahasiswa Universitas Widyatama sebagai asset penerus masa depan bangsa agar dapat meneruskan  cita-cita pendiri bangsa sebagai bangsa yang rukun dengan berbagai perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.

Sebelumnya Rektor Universitas Widyatama Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si memberikan kuliah umum public speaking pada acara hari ini.

Dalam paparannya, pria yang akreb disapa Prof. Obi tersebut mengajak seluruh mahasiswa agar selalu percaya diri dalam menghadapi apapun. “Setiap orang memiliki potensi diri dan itu terletak pada self confident”.  Ucapnya.

Sidang Senat Pelantikan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020
Kuliah Umum "Etika menggunakan Media Sosial"