Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka

Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka

Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama (UTama) menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menyentuh kalbu. Di sampaikan langsung dalam sidang senat terbuka dan di hadapan Wisudawan Universitas Majalengka (UNMA) angkatan XXII.

Tidak sedikit para wisudawan-wisudawati dari jenjang sarjana dan magister yang bekaca-kata bahkan sampai minitikan air mata, saat mendengarkan orasi itu.

Adapun pesan penting dalam orasi Prof Obi, yakni, sepandai dan sepintar apapun mereka harus menghormati kedua orangtua yang memiliki jasa sampai mereka berhasil dan sukses menjadi seorang sarjana dan magister.

WhatsApp Image 2021 11 01 at 13.36.42 1024x768 - Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka
Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc., Rektor Universitas Majalengka
“Orangtua merupakan ‘jimat’ yang betul-betul harus dijaga, sarana untuk berbakti. Perlakukan kedua orangtua anda sebaik mungkin. Karena sukses dan keberhasilan kita, ada pada ridho mereka,” kata Prof Obi, sapaan akrab Rektor UTama, di Auditorium Universitas Majalengka, Jalan KH. Abdul Halim, No 103, Kabupaten Majelengka, Sabtu (30/10/2021).

Dirinya pun mencontohkan Chairul Tanjung, di dalam kesibukan nya, selalu menyempatkan diri, seminggu sekali menemui ibunya hanya untuk mencium tangannya.

“Menghadapi modernisasi dan  segala rupa nya, saya harus mengingatkan bahwa ada hal yang tidak boleh mereka tinggalkan. Adalah budaya luhur yang ada di sekitar kita, yaitu menghormati kedua orangtua kita. Kemudian mendekati nilai ketuhanan dalam mengambil suatu keputusan penting, seperti istikharah, dzikir, istighfar dan shalawat,” kata Prof Obi.

WhatsApp Image 2021 11 01 at 13.36.37 1 1024x768 - Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka

Di samping itu hal penting lainnya, kata Prof Obi, harus menjaga pergaulan sekitar agar makin bermanfaat untuk lingkungan, dan menjadi jalan meniti karir.

“Orasinya sungguh menggugah, tak monoton, analoginya komplit dengan personivikasi dan agitasi yang mantap,” kata Rektor Universitas Majalengka, Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc.

Lebih lanjut kata Rekrot UNMA Prof Obi memiliki nikmat pengalaman multi sektor, beliau memiliki adaptasi tinggi di berbagai komunitas.

WhatsApp Image 2021 11 01 at 13.36.39 1024x768 - Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka

“Prof Obi patut menjadi pemantik untuk Wisudawan UNMA agar mampu self improvement, dan tangguh, tahan uji, siap menghadapi tantangan. Prof Obi diperlukan sebagai sosok contoh the real world,” kata Rektor UNMA.

Sedangkan Rektor Universitas Majalengka, Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc., kepada wisudawan menyampaikan pesan mengenai
VUCA.

“VUCA harus dilawan dengan VUCA lainnya,” kata Rektor UNMA.

WhatsApp Image 2021 11 01 at 13.36.40 1024x768 - Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka

Penjelasan VUCA sendiri kata Prof Sutarman yakni “volatility” cepat berubah, seolah dunia serasa kacau, diimbangi dengan “visionu uncertainty”, ketidakpastian harus dihadapi dengan “understanding”, memahami persoalan inti.

“Complexity, semua menjadi rumit, tapi diupayakan jadi clarity. Sedangkan ambiguity, menyikapinya tak bisa tegas, mendua, maka selesaikan dengan agility, tangkas dan lincah,” kata Prof Sutarman.

WhatsApp Image 2021 11 01 at 13.36.40 1 1024x768 - Orasi Ilmiah Prof Obi “Sentuh” Kalbu Wisudawan Universitas Majalengka

Ia pun berharap para alumni UNMA akan mampu menghadapi situasi itu, karena bekalnya sudah cukup.

Prof Sutarman pun berpesan agar mereka “convidence”, percaya terhadap kemampuan diri, berani bermimpi besar, tahu kelemahan diri, “humility” (rendah hati).

“Do what is right,  kerja keras, disiplin, respect, jujur, lembut. Lulusan UNMA diproyeksikan untuk tiga hal, wiraswasta, pegawai, melanjutkan studi ke jenjang S-2 atau S-3. Masyarakat dan dunia usaha semakin mengakui eksistensi lulusan UNMA,” pungkasnya.

Diketahui kegiatan wisuda UNMA angkatan XXII, diikuti sekitar 698 orang dari FKIP, FEB, FAI, FH, FAPERTA, FTEKNIK, FISIP dan Pascasarjana.

Dihadiri secara virtual oleh Bupati Kabupaten Majalengka, Forkompinda Kabupaten Majalengka dan lainnya.

(Sumber: majalahsora.com)

Persiapan Tatap Muka Hybrid, LP2M Dan Kemahasiswaan Universitas Widyatama Menggelar Vaksin Masal Lagi
Tingkatkan Jumlah Mahasiswa Pascasarjana Rektor UTama Dipercaya Menjadi Pembicara Di UNS Surakarta