Dedikasi Haizam Profesor Dari “Negeri Jiran” Malaysia Menjadikan Universitas Widyatama Kampus Riset Ternama

Dedikasi Haizam Profesor Dari “Negeri Jiran” Malaysia Menjadikan Universitas Widyatama Kampus Riset Ternama

Prof. Dr. Mohd. Haizam Bin Mohd. Saudi, (47 tahun) Profesor muda dari Malaysia,  mendedikasikan kepakaran dan ilmunya di Universitas Widyatama (UTama) Kota Bandung. Sejak tahun 2018 ia menjadi salah satu bagian penting kemajuan kampus yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si.

Kini ia dipercaya menjadi Wakil Rektor III, Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama UTama.

Di UTama dirinya pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Ia pun menceritakan awal mula bisa bergabung di UTama yang kini menduduki ranking 57 perguruan tinggi terbaik di Indonesia oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Sejarahnya saya diajak oleh Prof Obi (sapaan akrab Rektor UTama). Kami pernah sama-sama menghadiri konferensi di Harvard University, tahun 2018. Mungkin saat itu beliau melihat saya memiliki hubungan dan kerjasama luas dengan orang-orang di Harvard serta mancanegara,” kata Prof. Haizam, baru-baru ini di ruang kerjanya, Jalan Cikutra No 204-A, Kota Bandung.

Melihat potensi itu, Prof. Obi pun mengajak dirinya bergabung di UTama. Terlebih saat melihat presentasi dengan orang-orang asing.

“Mungkin beliau melihat saya memiliki kemampuan yang lebih, baik dalam interaksi maupun kerjasama,” kata Prof. Haizam.

Prof Dr Mohd Haizam Mohd Saudi Warek Universitas Widyatama 1024x616 - Dedikasi Haizam Profesor Dari “Negeri Jiran” Malaysia Menjadikan Universitas Widyatama Kampus Riset Ternama

Prof. Dr. Mohd. Haizam Bin Mohd. Saudi, Warek III Universitas Widyatama

Kala itu Prof. Haizam masih bekerja di International University Of Malaya-Wales (IUMW). Dirinya pernah menjadi Direktur Pascasarjana serta Head of Strategist Department di kampus itu.

Pengalaman kerja lainnya Prof Haizam pernah menjadi Manager di Public Bank Malaysia serta Wakil Rektor di Kolej Universiti Politech MARA, Malaysia.

“Sewaktu di IUMW saya dipilih menjadi kepala strategi untuk kampus, segala perencanaan, program rektor, disusun secara teratur dan lebih baik sehingga bisa meningkatkan ranking,” kata Prof. Haizam.

Prof Haizam memiliki alasan dan ketertarikan tersendiri saat bergabung dengan UTama.

“Tertarik ke Universitas Widyatama, karena sifat naluri saya ingin membantu Universitas Widyatama untuk lebih maju lagi. Kala itu saya juga masih di IUMW kebetulan ada MoU dengan Universitas Widyatama,” kata Prof. Haizam.

Salah satu target dirinya setelah bertugas di UTama, yaitu meningkatkan jurnal internasional dosen UTama yang dipublikasikan secara internasional, terutama yang terindeks oleh Scopus.

Patut diketahui Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004.

Prof Mohd Haizam Mohd Saudi Warek III Universitas Widyatama1 1024x648 - Dedikasi Haizam Profesor Dari “Negeri Jiran” Malaysia Menjadikan Universitas Widyatama Kampus Riset Ternama

Bersama Prof. H Obi Rektor UTama dan Djoko Roespinoedji, Ketua Yayasan Widyatama, saat Universitas Widyatama menduduki ranking ke-57 perguruan tinggi negeri swasta terbaik di Indonesia (18/8/2020)

“Saya lihat di Indonesia umumnya dan Universitas Widyatama khususnya harus meningkatkan segi publikasi jurnal internasional terindeks Scopus,” imbuhnya.

Oleh sebab itu selama di UTama dirinya terus berupaya ke arah itu. Secara berkesinambungan meningkatkan peran serta para dosen yang berjumlah 276 orang membuat paper/ jurnalnya yang berkualitas, terlebih dipublikasikan secara internasional.

Program Prof. Haizam di UTama pun sangat didukung oleh Djoko Roespinoedji, Ketua Yayasan Widyatama, tidak terkecuali Prof. Obi Rektor UTama.

Salah satu strateginya, membuat klaster sebanyak 44 sesuai bidangnya, setiap klaster diisi oleh tujuh orang dosen, serta ada satu orang ketua klaster.

“Kalau menulis publikasi yang baik harus ada tim. Makanya di Universitas Widyatama dibuat klaster, berkolaborasi satu sama lain,” kata Prof. Haizam.

Dirinya menambahkan untuk menghasilkan suatu riset yang berkualitas  maka satu sama lain para dosen tersebut harus saling memberikan saran/masukan. Termasuk berkolaborasi dengan dosen mancanegara.

“Saya contohkan di Universitas Malaya mereka berkolaborasi dengan dosen luar negeri, dalam paper/jurnal biasanya ada empat atau lima orang. Mereka dari universitas yang berbeda, dari Malaysia satu orang yang lainnya dari Inggris, Amerika Serikat, dan negara lainnya,” kata Prof. Haizam.

IMG 20201002 205810 1024x420 - Dedikasi Haizam Profesor Dari “Negeri Jiran” Malaysia Menjadikan Universitas Widyatama Kampus Riset Ternama

Bersama Prof. H. Uman Suherman Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar Banten (paling kiri)

“Ada empat atau lima penulis yang berbeda. Jadi ada berbagai perspektif, orang yang membaca bisa melihat kualitas karena ada masukan yang berbeda-beda dari penulis paper/jurnal lainnya,” imbunya.

Karena menurut Prof. Haizam setiap individu memiliki kelebihan yang berbeda. Kalau tidak ada masukan dari orang lain tulisannya paper/jurnal tersebut tidak akan menjadi suatu tulisan yang bermutu tinggi. Termasuk kolaborasi dosen UTama dengan dosen mancanegara.

Di antaranya dengan Universiti Putra Malaysia, International University of Malaya-Wales (IUMW), San Francisco State University (Amerika Serikat), University of Oxford (Inggris), National University of Singapore dan lainnya.

Oleh sebab itu ia pun memiliki keyakinan yang kuat akan keberhasilan program itu. Sebab selama ini Yayasan dan Universitas Widyatama mendukung sepenuhnya karya tulisan dari para  dosennya untuk dipublikasikan di Scopus, termasuk biaya publikasinya.

Kini kurang lebih ada sekitar 914 paper dosen UTama yang telah terpublikasi di jurnal internasional terindek Scopus.
Ke depannya menargetkan sekitar 3000 paper yang terpublikasi.

“Kuantitas paper kerjasama dengan mancanegara, maka bisa ditingkatkan secara drastis tahun depan minimal sudah bisa mencapai 3000 jurnal/paper di Universitas Widyatama,” kata Prof. Haizam.

Agar target itu tercapai, dalam satu semester dosen UTama diwajibkan menulis satu paper atau dua paper dalam setahun. Hal itu tidak terlepas dari kewajiban para dosen mengaplikasikan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat.

Sebelumnya di setiap semester para dosen UTama telah diberikan pelatihan penulisan paper. Pemateri dari mancanegara yang sengaja datang ke Universitas Widyatama memberikan pelatihan.

Adapun materinya yaitu mengenai cara membuat paper yang berkualitas, dilaksanakan selama seminggu. Salah satu pematerinya yaitu Profesor dari Universitas Putra Malaysia.

“Alhamdulillah kini sudah banyak perubahan, meningkat kualitas paper para dosen kami,” kata Prof. Haizam.

Ia pun tidak memungkiri bisa terbitnya artikel para dosen Universitas Widyatama terindek Scopus karena adanya personal garansi dari Prof. Obi Rektor Universitas Widyatama terhadap chief editor di Eropa dan Amerika Serikat.

Saat pandemi ini pun penulisan paper dosen UTama bisa berlangsung dan kolaborasi dengan dosen mancanegara dilakukan melalui webinar.

**

Biodata singkat Prof. Haizam

Prof. Dr. Mohd Haizam Mohd Saudi, lahir di Kaherah, Mesir, tanggal 27 Oktober 1972.

Pernah mengenyam pendidikan D3 di Universitas Teknologi Mara, S1 di Ohio University, Amerika Serikat, S2 di Charles Sturt University, Australia serta S3 di Southern Cross University, Australia.

Saat lulus program doktoral dirinya menulis disertasi dengan judul “The Effects of The Performance Management System on The employees’ Attitude in Malaysian Government Statutory Bodies: Case Study of Majlis Amanah Rakyat (MARA)”.

Untuk gelar Profesornya, ia merupakan Profesor bidang manajemen.

(Sumber: Majalahsora.com)

Prof Obi Mendukung Prof Uman Menjadi Kepala LLDIKTI Wilayah IV Untuk Kali Kedua
Atalia Istri Gubernur Jabar Jadi Dosen Universitas Widyatama, UTama Selangkah Lebih Maju Dari Universitas Lainnya