Era MEA, Bahasa Inggris menjadi bahasa Ibu Kedua

Era MEA, Bahasa Inggris menjadi bahasa Ibu Kedua

Massive nya dunia perekonomian tentunya memberikan pergeseran pula terhadap gaya hidup dalam dunia industry dan usaha. Hadirnya perekonomian global yang meresap dan dirasakan pula di Indonesia pun telah merubah paradigma budaya yang diterapkan perusahaan.

Tidak hanya paradigma perusahaan yang men”global”kan budaya kerja, namun juga bahasa. Bahasa merupakan instrument penting dan alat komunikasi berbisnis di dunia usaha.

English Club (EC) Universitas Widyatama (UTama) menyelenggarakan acara GROW. GROW adalah salah satu kegiatan annual dengan rangkaian acara seminar dan lomba bahasa inggris. Seminar yang diisi oleh beberapa pembicara yang telah “melanglangbuana” di bidangnya ini menyedot antusias ratusan mahasiswa dari UTama maupun dari Mahasiswa Eksternal di lingkungan Kota Bandung.  Adapun pembicara tersebut meliputi Rudiniyadi, S.Pd (Penerima Beasiswa Pendidikan Jerman, Founder and President Director Russell Sprachule and Corporate Training College), Viktor Asih, Ir., MBA., MT (Founder dan Mentor Tetap Sekolah Bisnis Gratis USB School, Motivator and Inspirator), Ayu Gani (Model, Winner of Asia’s Next Top Model Cycle 3 2015) serta hadir pula Moderator Fikri Alwi Hasan yang juga merupakan staff dari Biro Marketing UTama.

Setiap pembicara sharing perihal ilmu berbahasa inggris. Tidak hanya itu, mereka pun berbicara pengalamannya di bidang pendidikan, kewirausahaan dan fashion dalam lingkup penggunaan berbahasa. Fakta yang hadir dilontarkan Ayu Ghani ketika menjawab panel tanya jawab dengan penonton. Ayu berbicara bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cerdas dengan berbagai inovasinya, namun adanya “gap” yaitu bahasa membuat Bangsa Indonesia kalah unggul dan bersaing dalam program inovatif dunia. Hal yang sama pun terjadi dengan yang dialami oleh Rudi, ia sempat melihat banyak program inovatif Indonesia yang diakui bangsa lain karena bangsa Indonesia kurang menguasai bahasa asing (dalam konteks bahasa inggris), faktor tersebut yang menggerakan Rudi membuat inisiatif membuka forum gratis speaking class setiap minggunya di tempat les yang ia rintis sekarang.

Acara seminar yang digelar di GSG Widyatama ini pun merupakan rangkaian acara lomba speech contest yang dilaksanakan Rabu 13 April 2017. Adapun pemenang lomba dengan Kategori Speech Contest diraih oleh sebagai berikut :

Juara 1 : Rizky dari Universitas Komputer

Juara 2 : Andrian Gandhi dari Universitas Widyatama

Juara 3 : Daniel dari Universitas Widyatama

Dengan tema “how to Apply English from our daily life” para panitia English club berharap, bahwa penggunaan Bahasa Inggris di Indonesia janganlah menjadi sesuatu yang asing bagi kita, namun kesulitan tersebut dapat dikemas menjadi sesuatu yang menyenangkan sehingga istilah “learning by doing” menjadi sesuatu yang diimplementasikan di dunia sehari-hari.